Mengenal Apa itu Layoff dan Bedanya dengan Pemecatan

RecruitFirst
Pengembangan Organisasi
16 May 2024
Mengenal Apa itu Layoff dan Bedanya dengan Pemecatan

Layoff, istilah ini sebenarnya cukup umum terdengar dalam dunia kerja. Layoff adalah mimpi buruk bagi setiap karyawan. Namun, terkadang langkah ini sering kali menjadi upaya terakhir perusahaan dalam mempertahankan bisnisnya. 

Sayangnya, banyak juga yang belum memahami tentang layoff sehingga menganggap hal ini sama dengan pemecatan. Meski sama-sama bentuk pemutusan hubungan kerja (PHK) dengan karyawan, namun terdapat perbedaan signifikan pada hal yang mendasarinya.

Lantas, apa sebenarnya layoff dan apa yang membedakannya dengan pemecatan? Yuk, simak pembahasan selengkapnya dalam artikel di bawah ini.

Apa itu Layoff?

Layoff adalah salah satu bentuk pemutusan hubungan kerja terhadap karyawan. Namun, hal ini umumnya tidak disebabkan oleh kesalahan tertentu dari karyawan atau performa kerja yang buruk. Biasanya, perusahaan yang melakukan layoff artinya sedang dalam kondisi tidak stabil, misalnya dalam hal keuangan.

Terkadang, status karyawan yang terkena layoff menjadi tidak pasti atau mengambang. Perusahaan mungkin tidak memberhentikan karyawan tersebut secara permanen, namun bisa saja mempekerjakannya kembali ketika kondisi perusahaan sudah stabil. Kendati demikian, layoff juga bisa diartikan sebagai pemutusan kerja permanen.

Perbedaan Layoff dan Pemecatan

Penting untuk dipahami bahwa pemecatan dan layoff adalah dua hal yang berbeda. Meski sama-sama pemutusan hubungan kerja, namun pemecatan cenderung disebabkan oleh kesalahan karyawan yang tidak dapat ditolerir, misalnya melakukan pelanggaran, kinerja yang semakin memburuk, atau menyebabkan kerugian/kejahatan.

Berbeda dengan pemecatan, layoff adalah keputusan berat bagi perusahaan. Pasalnya, layoff biasanya disebabkan oleh kegagalan manajemen, optimalisasi karyawan tetap, atau kondisi keuangan perusahaan yang semakin buruk. Dalam hal ini, perusahaan bisa saja kehilangan pekerja yang kinerjanya baik.

Baca juga: Prosedur PHK Karyawan Tetap: Jenis Hingga Mekanismenya

Penyebab Layoff

Seperti yang sudah dijelaskan, layoff adalah suatu tindakan yang didasari dari sisi internal perusahaan. Terkadang, perusahaan harus membuat keputusan ini agar tetap bisa bertahan di tengah kalutnya permasalahan yang sedang dihadapi. Berikut adalah beberapa penyebab perusahaan melakukan layoff karyawan.

1. Efisiensi Anggaran

Salah satu penyebab utama layoff adalah perusahaan ingin melakukan efisiensi atau penguran anggaran. Biasanya, hal ini terjadi ketika perusahaan tidak dapat mencapai target, misalnya tidak mendapatkan investor atau tidak bisa melunasi utang.

Jadi, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mempertahankan keuangan perusahaan adalah dengan melakukan layoff. Dengan begitu, perusahaan bisa mengurangi anggarannya dalam gaji karyawan.

2. Optimalisasi Pekerjaan Karyawan

Layoff juga bisa dilakukan karena perusahaan ingin melakukan optimalisasi karyawan tetap. Terkadang, kelebihan pegawai (overstaffing) juga dapat mengurangi efektivitas kegiatan operasional perusahaan. Biasanya, hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan kinerja karyawan di departemen tertentu yang sangat berpengaruh terhadap tujuan perusahaan dengan mengurangi karyawan di divisi lain.

Baca juga: Memahami Apa Itu Turnover Karyawan serta Faktor yang Memengaruhinya

3. Relokasi

Beberapa perusahaan yang melakukan relokasi ke daerah atau kota lain biasanya juga melakukan layoff. Hal ini dilakukan untuk memberhentikan karyawan yang dinilai kurang potensial atau tidak dapat ikut pindah ke lokasi baru, sehingga mereka terpaksa diberhentikan agar bisnis bisa tetap berjalan dengan efisien.

4. Merger dan Akuisisi

Penyebab lain dari layoff adalah adanya merger dan akuisisi. Sebagai informasi, merger adalah ketika 2 perusahaan berbeda bersatu menjadi 1 entitas baru. Dampak merger tentunya sangat besar terhadap kebijakan perusahaan karena adanya kepemimpinan baru, salah satunya dilakukannya layoff terhadap karyawan lama.

Sementara itu, akuisisi adalah proses pengambilalihan perusahaan tertentu oleh perusahaan lain. Akuisisi dapat menimbulkan dampak yang sama dengan merger. Akibat adanya kepemimpinan baru, maka kebijakan baru mungkin akan muncul, di mana salah satunya mungkin pengadaan layoff terhadap karyawan tertentu.

5. Perusahaan Ditutup Permanen

Salah satu alasan paling umum dilakukannya layoff adalah perusahaan gulung tikar sehingga harus ditutup permanen. Setelah ditutup, tentu operasional tidak akan jalan, sehingga karyawan pun diberhentikan. Hal ini biasanya disebabkan oleh kerugian yang terjadi terus-menerus dan manajemen bisnis yang kurang baik.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa keputusan perusahaan untuk melakukan layoff bukan semata-mata karena pekerjaan karyawan yang buruk atau hal lainnya, namun cenderung disebabkan oleh efisiensi perusahaan.

Dalam melakukan layoff, perusahaan perlu menentukan mana saja karyawan yang perlu dipertahankan dan dilepaskan. Jika menggunakan aplikasi HRIS dari RecruitFirst, maka proses ini akan menjadi lebih mudah. Mengapa begitu?

Pasalnya, aplikasi tersebut telah dilengkapi dengan fitur penilaian kerja yang dapat dikonfigurasi dan ulasan 360 sehingga akan lebih mudah bagimu untuk menentukan karyawan dengan performa terbaik yang bisa dipertahankan. Jika ingin tahu lebih lanjut tentang aplikasi HRIS dari RecruitFirst, hubungi kami sekarang juga!

Baca juga: Kenali Apa itu Quiet Firing Beserta Sebab dan Ciri-Cirinya

Author

Debby Lim

As the practice leader of RecruitFirst Indonesia, Debby brings to the table over 13 years of industry experience.