Quiet firing adalah perlakuan negatif yang diberikan perusahaan kepada satu atau beberapa pekerja. Pada umumnya, perlakuan tersebut sering terjadi di lingkungan kerja yang toxic. Namun, tidak menutup kemungkinan perlakuan tersebut juga bisa terjadi di lingkungan kerja yang baik.
Salah satu efek dari perlakuan tersebut adalah terhambatnya perkembangan karir seseorang hingga berpotensi membuat orang yang terkena perlakuan tidak menyenangkan tersebut kehilangan pekerjaannya. Buat kamu yang masih asing dengan istilah quiet firing, baca artikel ini sampai tuntas ya.
Quiet firing artinya perlakuan tidak menyenangkan yang diberikan kepada pekerja oleh perusahaan. Perlakuan tersebut bertujuan agar pekerja atau karyawan yang ditarget akan mengundurkan diri. Bisa dibilang, perlakuan tersebut merupakan pemecatan paksa dengan cara yang halus.
Pada umumnya, penyebab utama dari terjadinya quiet firing berasal dari manajemen perusahaan, bukan dari karyawan atau pekerja yang ditarget. Berikut merupakan beberapa penyebab quiet firing yang perlu kamu ketahui.
Jika seorang pekerja mengalami perlakuan quiet firing, biasanya perusahaan sudah meragukan kemampuan dari pekerja tersebut. Ketika seorang pekerja mencapai titik di mana ia tidak bisa berkembang lagi atau memiliki kemampuan yang jauh lebih rendah dari rekan kerjanya, perusahaan mungkin saja melakukan perlakuan tersebut.
Padahal, untuk mengatasi hal tersebut ada banyak strategi pengembangan SDM yang bisa dilakukan. Jadi, pada intinya perlakuan tersebut bukanlah solusi untuk menghadapi permasalahan tentang kinerja maupun kemampuan pekerja yang kurang bagus.
Konflik perusahaan merupakan salah satu penyebab utama terjadinya perlakuan quiet firing. Sering kali, seorang atasan yang mempunyai konflik personal atau konflik lain dengan karyawannya akan melakukan quiet firing sebagai solusi untuk menyelesaikan konflik tersebut.
Sebenarnya, masih ada cara lain yang bisa digunakan untuk mengatasi konflik tersebut, seperti berdiskusi secara langsung atau membangun komunikasi di tempat kerja.
Baca juga: Cara Mengatasi Konflik antar Karyawan agar Berakhir Baik
Ketidakmampuan manajemen perusahaan juga bisa menyebabkan perlakuan quiet firing. Sebagai contoh, manajemen perusahaan yang tidak mampu mengelola keuangan dengan baik berpotensi akan memberikan perlakuan tidak menyenangkan kepada karyawan yang memiliki gaji tinggi sehingga membuat karyawan tersebut mengundurkan diri.
Dengan melakukan hal tersebut, perusahaan bisa mengeluarkan karyawan dengan gaji tinggi tanpa perlu melakukan pemecatan dan membayar pesangon. Sebagai gantinya, perusahaan bisa mencari karyawan lain dengan gaji yang jauh lebih rendah.
Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, quiet firing bisa terjadi di mana saja, tidak memandang lingkungan kerja perusahaan yang toxic atau tidak. Maka dari itu, kamu perlu mengetahui ciri-ciri perlakuan tersebut agar bisa mempersiapkan diri untuk menghadapinya.
Salah satu ciri utama dari perlakuan tidak menyenangkan ini adalah berkurangnya dukungan dari pihak perusahaan. Seorang pekerja atau karyawan yang sedang ditarget, pasti tidak akan menerima umpan balik maupun kritik atas pekerjaan yang telah ia lakukan.
Selain itu, instruksi yang diberikan kepadanya juga akan dibuat semakin tidak jelas. Jadi, pekerja atau karyawan yang sedang mendapat perlakuan tidak menyenangkan akan kesulitan untuk menyelesaikan tugasnya.
Pada umumnya, pekerja atau karyawan yang sedang mengalami perlakuan ini tidak akan mendapat penghargaan apapun atas pekerjaan yang sudah ia lakukan. Dengan tidak adanya kenaikan gaji, pemberian bonus, maupun kesempatan untuk promosi jabatan, seorang pekerja pasti akan merasa tidak dihargai dan pada akhirnya memilih untuk mengundurkan diri.
Seluruh pekerjaan yang sedang dilakukan oleh pekerja atau karyawan yang sedang mengalami perlakuan ini akan dipersulit. Proses pekerjaan yang biasanya bisa berjalan dengan cepat dan efisien akan secara sengaja diubah prosesnya menjadi lebih rumit dan memakan banyak waktu.
Selain itu, ada kemungkinan juga seorang atasan akan melakukan micromanaging kepada karyawan yang sedang ditarget. Atasan tersebut akan terus melakukan pengawasan kinerja secara berlebihan sehingga terciptalah suasana tidak nyaman yang dirasakan oleh karyawan tersebut.
Baca juga: Managing Partner – Definisi, Tugas, dan Peran Pentingnya
Salah satu ciri lain seseorang telah mengalami perlakuan quiet firing adalah ia tak lagi diberikan tugas maupun diikutsertakan dalam proyek baru. Setiap hari, ia akan diberikan tugas yang monoton tanpa ada pembaruan sama sekali. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, tugas tersebut juga diberikan tanpa instruksi yang jelas.
Selain itu, setiap ada proyek baru yang sedang dikerjakan perusahaan, karyawan yang sedang ditarget tidak akan diajak berkontribusi. Dengan begitu, karyawan tersebut tidak akan mengalami perkembangan sekaligus bisa membuatnya merasa tidak dibutuhkan perusahaan lagi.
Jika kamu merasa sedang berada dalam situasi di mana perusahaan tampaknya perlahan-lahan mengabaikanmu atau memberikan sinyal bahwa kontribusimu tidak dihargai, ada beberapa langkah yang bisa kamu ambil untuk menghadapinya.
Pertama-tama, cobalah untuk tetap terbuka dan komunikatif. Jika kamu merasa menjadi sasaran dari apa yang disebut sebagai quiet firing, mungkin akan timbul dorongan untuk melakukan quiet quitting sebagai respons. Namun, sebelum mengambil langkah tersebut, ada baiknya kamu berbicara dengan pihak HR. Kamu bisa mengatur pertemuan untuk mendiskusikan apa yang sedang kamu alami dan menjelaskan perasaanmu terkait situasi tersebut.
Pastikan mereka benar-benar memahami sudut pandangmu. Perusahaan yang memiliki sistem manajemen yang baik biasanya akan merespons keluhan karyawan dengan cara yang tepat dan profesional. Selain HR, kamu juga bisa mencoba berdiskusi langsung dengan manajermu. Gunakan kesempatan ini untuk membicarakan masalah yang sedang kamu hadapi dan jelaskan keinginanmu untuk berkembang di perusahaan, termasuk tujuan karier jangka panjang yang ingin kamu capai bersama tim.
Dengan menjaga komunikasi tetap terbuka, kamu bisa memperjelas posisimu dan menunjukkan bahwa kamu masih memiliki semangat untuk berkontribusi serta berkembang di lingkungan kerja tersebut.
Itulah beberapa informasi mengenai quiet firing yang perlu kamu ketahui. Selain perlakuan tidak menyenangkan tersebut, masih ada banyak permasalahan lain di dunia kerja. Maka dari itu, persiapkan dirimu sebaik mungkin untuk menghadapi berbagai masalah yang bisa muncul ketika bekerja.
Lalu, buat kamu yang belum bekerja jangan khawatir, kamu bisa coba mulai mencari pekerjaan melalui RecruitFirst. Di RecruitFirst, kamu bisa menemukan banyak lowongan pekerjaan dari berbagai bidang industri baik lokal maupun internasional. Jadi tunggu apalagi? Yuk, cari pekerjaan impianmu melalui RecruitFirst sekarang juga!
Baca juga: 6 Cara Menumbuhkan Etos Kerja untuk Karir yang Lebih Baik!