Indikator Produktivitas Kerja dan Cara Mengukurnya

Recruit First
Pengembangan Organisasi
30 Jan 2024
Indikator Produktivitas Kerja dan Cara Mengukurnya

Wajar saja kalau kamu terkadang bingung dalam menilai produktivitas kerja talenta. Pasalnya, tidak sedikit orang yang menganggap produktivitas sebagai hal yang abstrak dan bersifat kualitatif sehingga sulit untuk dinilai. Namun, kamu tidak perlu bingung lagi. RecruitFirst akan mengupas tentang indikator produktivitas kerja yang bisa digunakan dalam menilai kinerja talenta kamu, mulai dari aspek yang dinilai hingga langkah pengukurannya. Yuk, simak artikelnya sampai selesai!

Indikator Produktivitas Kerja yang Perusahaan Harus Perhatikan

Indikator produktivitas kerja didasarkan pada tiga faktor, yaitu ketepatan waktu, kualitas hasil pekerjaan, dan kuantitas kerja. Tiga faktor inilah yang perlu diperhatikan perusahaan dalam mengukur tingkat produktivitas talentanya. Lihat penjelasan lengkapnya di bawah ini!

1. Ketepatan Waktu

Indikator pertama yang harus kamu perhatikan adalah ketepatan waktu. Seorang talenta yang produktif harus mampu menyelesaikan tugas-tugasnya sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Ketepatan waktu menunjukkan disiplin dan kemampuan talenta dalam manajemen waktu dengan baik. Talenta pun belajar untuk menghargai waktu orang lain serta waktu yang dimilikinya dengan memahami ketepatan tepat waktu sebagai salah satu indikator produktivitas kerja mereka.

2. Kualitas Kerja

Tidak hanya tentang seberapa cepat talenta menyelesaikan tugas, tetapi perhatikan juga seberapa baik talenta melakukannya. Kualitas kerja yang baik adalah indikator penting dalam mengukur produktivitas kerja talenta. Talenta perlu menyelesaikan setiap tugas dengan teliti, memperhatikan detail, serta memberikan yang terbaik selama bekerja. Menunjukkan kualitas kerja yang baik akan membantu meningkatkan reputasi talenta sebagai orang yang andal dan berkualitas.

Baca Juga: 8 Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan

3. Kuantitas Kerja

Selain kualitas, kuantitas kerja juga penting untuk diperhatikan. Menyelesaikan banyak tugas dalam waktu yang singkat menunjukkan tingkat produktivitas talenta tersebut cukup tinggi. Namun, kamu harus menemukan keseimbangan antara kualitas dan kuantitas agar pengukurannya tidak berat sebelah. Untuk indikator ini, talenta harus mengerjakan tugas dengan efisien dan efektif biar bisa meraih produktivitas yang optimal.

Cara Mengukur Produktivitas Kerja Talentanya

Bagaimana kamu bisa tahu kalau produktivitas kerja talenta sedang kurang baik? Dan bagaimana juga cara mengetahui kalau produktivitas mereka sudah berjalan dengan baik?

Sebenarnya, ada dua standar utama dalam mengukur produktivitas, yaitu produktivitas fisik dan produktivitas nilai. Produktivitas fisik diukur secara kuantitatif, sementara produktivitas nilai didasarkan pada kemampuan dan sikap perilaku dalam menyelesaikan pekerjaan. Nah, untuk mengukur dua standar tersebut, kamu bisa mengikuti cara di bawah ini.

1. Berorientasi pada Keuntungan

Salah satu cara mengukur produktivitas kerja adalah dengan memperhatikan tingkat keuntungan dari penjualan. Contohnya, secara sederhana, kalau perusahaan mendapatkan keuntungan satu miliar dalam satu tahun, dan tahun berikutnya keuntungan meningkat menjadi dua miliar, maka itu menunjukkan adanya peningkatan keuntungan. Tentu saja, hasil tersebut memberikan gambaran tentang produktivitas talenta.

2. Penyelesaian Pekerjaan

Pendekatan lainnya adalah dengan melihat berapa banyak tugas yang berhasil diselesaikan oleh talenta. Dalam metode pengukuran ini, sering kali manajemen kurang memperhatikan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas. Mereka lebih fokus pada hasil akhir yang berhasil diselesaikan. Maka dari itu, perhatikan juga jangka waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan.

3. Manajemen Waktu

Kamu juga bisa mengukur produktivitas kerja berdasarkan kemampuan manajemen waktu talenta. Untuk mengukurnya, gunakan bantuan tools untuk memantau waktu yang dihabiskan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Tools manajemen waktu berguna dalam memantau progres setiap karyawan dalam menyelesaikan tugas-tugasnya.

4. Longitudinal Report

Laporan longitudinal adalah metode pengukuran produktivitas kerja talenta dalam selama jangka waktu tertentu. Laporan ini berguna dalam mengidentifikasi pola dan kebijakan yang dapat memengaruhi cara perusahaan dalam mengelola dan mempekerjakan talenta. 

Mengukur efisiensi dan produktivitas kerja dalam jangka panjang juga berguna dalam memutuskan talenta yang layak mendapatkan promosi atau bonus. Selain itu, jenis pengukuran ini juga dapat memprediksi seberapa banyak tugas yang akan diselesaikan dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan target yang ditetapkan oleh manajemen.

5. Komparasi dengan Target

Target dan standar perusahaan bisa berubah-ubah tergantung pada jenis industri dan kebutuhan pasar. Namun, beberapa jenis pekerjaan sudah memiliki standar atau indikator yang telah ditetapkan. Misalnya, talenta yang bekerja di bagian layanan pelanggan memiliki standar dalam menetapkan durasi panggilan produktif, baik itu panggilan yang dilakukan oleh tim Call Center maupun panggilan yang diterima dari pelanggan. Kendati demikian, kamu tetap harus menetapkan standar sendiri yang sesuai dengan kondisi talenta di perusahaanmu.

Alasan Pentingnya Mengukur Produktivitas Kerja Talenta

Sekarang, mari kita bahas mengenai alasan pentingnya mengukur produktivitas kerja talenta. Dalam dunia bisnis yang kompetitif, kamu harus mampu mengoptimalkan kinerja talentanya. Beginilah alasan pentingnya pengukuran produktivitas kerja talenta.

1. Mendeteksi Kelemahan Talenta

Kamu bisa lebih mudah dalam mendeteksi kelemahan talenta melalui pengukuran produktivitas. Kamu pun bisa mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan dan memberikan pelatihan yang sesuai. Ajak talenta untuk berani mengakui kelemahannya supaya mereka bisa belajar dan berkembang dalam menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi.

2. Pengambilan Keputusan Strategis

Informasi mengenai produktivitas kerja talenta bisa menjadi dasar dalam pengambilan keputusan strategis. Data yang akurat berguna supaya kamu bisa menentukan langkah yang tepat untuk meningkatkan produktivitas secara keseluruhan.

Baca Juga: Tidak Hanya Meningkatkan Produktivitas, Temukan 8 Manfaat Pengembangan SDM bagi Bisnis Kamu

3. Mengenali Kemampuan Kerja Talenta

Melalui pengukuran produktivitas kerja, kamu bisa mengenali kemampuan kerja masing-masing talenta. Hal ini tentu membantu dalam penempatan yang tepat dalam proyek atau tim yang sesuai dengan keahliannya.

4. Evaluasi untuk Efisiensi Operasional

Lewat pengukuran produktivitas kerja talenta, kamu dapat melakukan evaluasi terhadap efisiensi operasional perusahaan. Kamu pun bisa mengenali proses kerja yang perlu ditingkatkan atau diubah. Sebagai Human Resources, kamu bisa mengajak talenta untuk memberikan masukan mengenai proses kerja yang dapat ditingkatkan untuk mencapai efisiensi yang lebih baik, karena produktivitas kerja didasarkan pada kondisi SDM.

Dalam dunia kerja yang kompetitif, meningkatkan produktivitas kerja talenta adalah langkah penting untuk mencapai kesuksesan. Perhatikan indikator produktivitas kerja di atas dalam melakukan pengukurannya supaya kamu bisa memiliki talenta yang berkinerja tinggi. Ingatlah bahwa pengukuran produktivitas kerja tidak hanya bermanfaat bagi perusahaan, tetapi juga bagi perkembangan karier talenta.

Bagaimana mengukur produktivitas tenaga kerja?

Produktivitas tenaga kerja adalah ukuran dari seberapa efektif dan efisien seseorang atau sebuah organisasi dalam menyelesaikan tugas-tugas dan mencapai tujuan-tujuan tertentu.

Ada berbagai cara untuk mengukur produktivitas tenaga kerja. Salah satu cara yang paling sederhana adalah dengan menggunakan rumus berikut:

Produktivitas = Output / Input

  • Output adalah hasil kerja yang dicapai, misalnya jumlah produk yang diproduksi, jumlah jasa yang diberikan, atau jumlah pekerjaan yang diselesaikan.
  • Input adalah sumber daya yang digunakan untuk menghasilkan output, misalnya tenaga kerja, waktu, modal, dan bahan baku.

Misalnya, jika seorang karyawan mampu memproduksi 100 unit produk dalam 8 jam kerja, maka produktivitasnya adalah 12,5 unit per jam.

Itulah dia penjelasan tentang indikator produktivitas kerja yang bisa kamu jadikan panduan. Mengukur produktivitas kerja harus perusahaan lakukan dengan rinci untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif tentang kinerja talentanya. Dengan gambaran yang komprehensif, perusahaan dapat dengan lebih baik memutuskan untuk menambah sumber daya manusianya atau tidak.

Kalau perusahaan kamu membutuhkan talenta yang berkualitas, gunakan jasa outsourcing dari RecruitFirst. Kamu dapat dengan mudah menemukan talenta yang tepat serta berkualitas untuk meningkatkan produktivitas perusahaan kamu. Hubungi kami segera untuk mendapatkan layanan talent acquisition yang lengkap!

Author

Debby Lim

As the practice leader of RecruitFirst Indonesia, Debby brings to the table over 13 years of industry experience.