8 Cara Menghitung Kebutuhan Tenaga Kerja Untuk Perusahaan

RecruitFirst
Strategi Rekrutmen
19 Jan 2024
8 Cara Menghitung Kebutuhan Tenaga Kerja Untuk Perusahaan

Dalam menjalankan suatu perusahaan, mengelola tenaga kerja menjadi salah satu aspek krusial yang harus diperhatikan dengan cermat. Kebutuhan akan sumber daya manusia yang tepat pada tempatnya dapat memberikan dampak positif terhadap produktivitas dan kesejahteraan perusahaan. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam terkait cara menghitung kebutuhan tenaga kerja merupakan langkah awal yang kritis untuk ditempuh oleh setiap pemimpin perusahaan.

Mengapa Memahami Cara Menghitung Kebutuhan Tenaga Kerja itu Penting untuk Perusahaan?

Ketika kita berbicara mengenai keberlanjutan operasional suatu perusahaan, pemahaman terhadap cara menghitung kebutuhan tenaga kerja menjadi fondasi yang tak tergantikan. Beberapa alasan mengapa hal ini penting meliputi:

  • Efisiensi Operasional: Dengan mengetahui berapa banyak tenaga kerja yang diperlukan, perusahaan dapat menghindari kelebihan atau kekurangan karyawan. Ini membantu mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki.
  • Perencanaan Pengembangan: Informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja membantu dalam merencanakan pengembangan perusahaan untuk waktu yang akan datang. Hal ini melibatkan peningkatan kapabilitas sumber daya manusia sesuai dengan pertumbuhan perusahaan.
  • Kontrol Biaya: Menghitung kebutuhan tenaga kerja juga berarti mengelola biaya yang terkait dengan sumber daya manusia. Dengan pemahaman yang baik, perusahaan dapat menghindari biaya yang tidak perlu.

8 Cara Menghitung Kebutuhan Tenaga Kerja Untuk Perusahaan

Beberapa metode dapat digunakan untuk memastikan perusahaan memiliki jumlah karyawan yang sesuai dengan kebutuhan dan dapat mengoptimalkan produktivitas. Berikut adalah delapan cara menghitung kebutuhan tenaga kerja yang beragam.

1. Metode Keputusan Manajerial

Metode Keputusan Manajerial merupakan pendekatan yang melibatkan pengambilan keputusan oleh manajemen untuk menentukan jumlah dan jenis karyawan yang dibutuhkan. Langkah-langkahnya melibatkan identifikasi tujuan perusahaan, tinjauan rencana pengembangan, analisis lingkungan eksternal dan internal, penetapan jenis pekerjaan yang diperlukan, dan penentuan jumlah karyawan untuk setiap jenis pekerjaan.

Kelebihan dari metode ini termasuk fleksibilitas dalam mengakomodasi perubahan dan kesesuaian dengan perubahan pasar. Namun, kelemahannya terletak pada ketergantungan pada keputusan manajemen yang dapat bersifat subjektif dan memerlukan evaluasi yang terus-menerus.

2. Metode Rasio Tenaga Kerja

Metode Rasio Tenaga Kerja menggunakan perbandingan atau rasio antara jumlah karyawan dengan volume pekerjaan atau produksi. Cara menghitungnya melibatkan perhitungan rasio antara jumlah karyawan dan volume pekerjaan, kemudian membandingkannya dengan standar industri. Contoh penerapannya dapat berupa penyesuaian rekrutmen jika rasio karyawan per unit produksi lebih rendah dari standar industri.

3. Metode Peramalan

Metode Peramalan melibatkan perkiraan kebutuhan tenaga kerja berdasarkan data historis, tren, dan faktor-faktor lain yang memengaruhi. Langkah-langkahnya mencakup pengumpulan data historis, identifikasi tren dan pola, serta penerapan faktor-faktor pengaruh seperti perubahan ekonomi atau teknologi.

Kelebihan metode ini termasuk responsibilitas terhadap perubahan pasar dan dasar analisis data historis yang kuat. Namun, kelemahannya terletak pada ketidakakuratan jika faktor-faktor eksternal sulit diprediksi dan kebutuhan sumber daya untuk pengumpulan dan analisis data yang intensif.

4. Metode Workload Analysis

Metode workload analysis melibatkan analisis beban kerja saat ini dan masa depan untuk menentukan kebutuhan tenaga kerja. Cara menghitungnya mencakup tinjauan pekerjaan yang ada, identifikasi tugas-tugas, perhitungan waktu yang diperlukan, dan perbandingan dengan kapasitas kerja karyawan saat ini. Contoh penerapannya dapat berupa perekrutan tambahan jika analisis menunjukkan bahwa karyawan tidak memiliki waktu cukup untuk menyelesaikan tugas-tugas.

5. Metode Benchmarking

Metode benchmarking melibatkan perbandingan kinerja sumber daya manusia perusahaan dengan standar industri atau perusahaan sejenis. Langkah-langkahnya melibatkan identifikasi parameter kinerja, pemilihan perusahaan benchmark, dan perbandingan kinerja sumber daya manusia.

Kelebihan metode ini meliputi pandangan objektif terhadap kinerja sumber daya manusia dan pembelajaran dari praktik terbaik. Namun, kelemahannya dapat timbul karena kesulitan menemukan perusahaan benchmark yang sesuai dan perbedaan konteks bisnis yang dapat memengaruhi validitas perbandingan.

6. Metode Analisis Gap

Metode Analisis Gap melibatkan identifikasi perbedaan antara keterampilan yang dimiliki karyawan saat ini dengan keterampilan yang dibutuhkan oleh perusahaan. Cara menghitungnya mencakup identifikasi keterampilan yang diperlukan, evaluasi keterampilan karyawan saat ini, dan penentuan kesenjangan antara keterampilan yang dimiliki dan dibutuhkan. Contoh penerapannya dapat berupa pengembangan program pelatihan atau perekrutan karyawan dengan keterampilan yang sesuai.

7. Metode Kalkulator HR

Metode Kalkulator HR adalah alat yang membantu perusahaan menghitung kebutuhan tenaga kerja berdasarkan parameter tertentu seperti volume pekerjaan atau pertumbuhan perusahaan. Langkah-langkah penggunaannya melibatkan memasukkan data relevan, menganalisis hasil yang diberikan oleh kalkulator HR, dan menyesuaikan rencana rekrutmen atau pelatihan berdasarkan hasil tersebut.

Kelebihan metode ini melibatkan kecepatan dan efisiensi serta memberikan hasil yang konsisten. Namun, kelemahannya bergantung pada akurasi data yang dimasukkan dan tidak selalu memperhitungkan faktor-faktor kontekstual.

8. Memilih Metode yang Tepat

Pertimbangan dalam memilih metode yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan melibatkan evaluasi tujuan perusahaan, ketersediaan sumber daya, dan fleksibilitas metode. Kombinasi beberapa metode, seperti menggabungkan analisis gap dengan peramalan, dapat menghasilkan proyeksi yang lebih akurat.

Dalam menjalankan suatu perusahaan, pemahaman mendalam mengenai kebutuhan tenaga kerja adalah kunci untuk keberhasilan jangka panjang. Terdapat berbagai metode yang dapat digunakan untuk menghitung kebutuhan tenaga kerja, masing-masing dengan kelebihan dan kelemahannya sendiri.

Dengan memahami kompleksitas berbagai metode ini, perusahaan dapat membuat keputusan yang informasional dan strategis. Pentingnya memilih metode yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan menjadi landasan utama dalam menyusun perencanaan sumber daya manusia yang efektif.

Kelola SDM Lebih Efektif dengan Aplikasi HRIS dari RecruitFirst!

Apa pun metode perhitungan kebutuhan tenaga kerja yang kamu pilih, pertimbangkanlah untuk menggunakan aplikasi HRIS dari RecruitFirst sebagai solusi terbaik untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja perusahaanmu. Aplikasi ini memiliki berbagai keunggulan yang dapat memberikan manfaat signifikan bagi operasional dan manajemen sumber daya manusia perusahaan.

Melalui aplikasi ini, mengelola informasi karyawan menjadi lebih mudah dan efisien. Aplikasi ini memberikan kemampuan untuk mengakses informasi setiap karyawan dengan cepat, melacak kinerja secara real-time, dan mengurangi beban administratif perusahaan.

Fitur-fitur terbaik yang ditawarkan, seperti pelacakan waktu, manajemen absensi, dan analisis data karyawan, tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung pertumbuhan dan kesejahteraan karyawan.

Jangan lewatkan kesempatan untuk mengoptimalkan manajemen tenaga kerja perusahaanmu. Dengan aplikasi HRIS dari RecruitFirst, kamu bukan hanya mendapatkan solusi teknologi terbaik, tetapi juga mitra yang dapat membantu perusahaanmu berkembang. 

Segera terapkan aplikasi ini dan lihatlah bagaimana kemudahan dan efisiensi dapat mengubah cara perusahaanmu mengelola dan merespon kebutuhan tenaga kerja dengan lebih baik. Hubungi kami sekarang untuk informasi lebih lanjut dan jadilah bagian dari revolusi manajemen sumber daya manusia yang lebih baik!

Author

Debby Lim

As the practice leader of RecruitFirst Indonesia, Debby brings to the table over 13 years of industry experience.