Pelajari Cara Menghitung Gaji Prorata dengan Mudah

Recruit First
Pengembangan Organisasi
21 Jun 2023
Pelajari Cara Menghitung Gaji Prorata dengan Mudah

Apakah kamu belum mengetahui bagaimana cara menghitung gaji prorata? Perusahaan memang kerap kali memiliki karyawan paruh waktu atau yang baru mulai bekerja di tengah bulan. Oleh karena itu, pihak manajemen, terutama keuangan atau SDM, harus dapat mengetahui bagaimana cara menghitung gaji prorata karyawan tersebut.

Melalui artikel ini, kamu akan mempelajari bagaimana cara menghitung gaji prorata dengan mudah. Namun sebelum itu, kamu perlu mengetahui apa yang dimaksud dengan gaji prorata terlebih dahulu. Mari simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Apa yang Dimaksud dengan Gaji Prorata?

Gaji prorata atau prorate adalah jenis gaji yang diberikan kepada karyawan sesuai dengan jumlah waktu kerja yang telah mereka lakukan dalam suatu periode tertentu, baik itu berdasarkan jumlah hari atau jam kerja dalam satu hari.

Baca Juga: Pelajari Aturan Jam Kerja menurut Peraturan Undang-Undang

Biasanya, gaji prorata digunakan untuk menghitung gaji dari karyawan yang baru saja mulai bekerja dan tidak dari awal bulan atau karyawan yang baru saja kembali bekerja di pertengahan bulan setelah mengambil cuti tidak berbayar.

Selain itu, gaji prorata juga dapat diberikan kepada karyawan yang bekerja secara paruh waktu dan memiliki jadwal kerja yang berbeda dari pekerja tetap. Sebagai contoh, mahasiswa yang mengambil pekerjaan paruh waktu di sebuah perusahaan hanya akan bekerja selama tiga hari dalam satu minggu. Nah, karyawan tersebut akan mendapatkan gaji prorata karena waktu kerjanya tidak penuh, jadi mereka tidak akan mendapatkan gaji penuh.

Contoh lainnya adalah ketika seseorang bekerja sebagai karyawan paruh waktu selama setengah bulan saja. Dengan demikian, gaji prorata yang diterima karyawan tersebut akan sama dengan setengah dari gaji bulanan yang biasanya diterimanya. Gaji prorata dapat diberikan dalam bentuk uang atau dalam bentuk kredit di rekening karyawan tersebut.

Bagaimana Cara Menghitung Gaji Prorata?

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, ada setidaknya dua cara yang bisa kamu gunakan untuk menghitung jumlah gaji prorata karyawan: berdasarkan jumlah hari atau jam kerja karyawan.

Berikut adalah contoh perhitungan dari keduanya yang dapat kamu jadikan panduan:

1. Menghitung gaji prorata berdasarkan jumlah hari kerja

Untuk dapat menghitung gaji prorata berdasarkan jumlah hari kerja, kamu dapat menggunakan rumus simpel berikut ini:

  • Gaji Prorata = (Jumlah Hari Kerja / Jumlah Hari dalam Sebulan) x Gaji Bulanan

Berikut adalah contoh perhitungannya:

Contoh 1

Asep adalah seorang karyawan paruh waktu yang bekerja selama 15 hari dalam satu bulan. Jumlah gaji yang diterima oleh Asep adalah sebesar Rp4.000.000 setiap bulannya. Berdasarkan data tersebut, maka perhitungan gaji prorata yang akan diterima Asep adalah sebagai berikut:

  • Gaji Prorata = (Jumlah Hari Kerja / Jumlah Hari dalam Sebulan) x Gaji Bulanan
  • Gaji Prorata = (15 / 30) x 4.000.000
  • Gaji Prorata = 2.000.000

Contoh 2

Adit adalah seorang karyawan yang baru saja masuk ke dalam perusahaan X di pertengahan bulan. Total jumlah hari kerja Adit pada bulan pertamanya masuk adalah sebanyak 18 hari. Pada perusahaan tersebut, Adit mendapatkan gaji pokok sebesar Rp6.000.000 setiap bulannya. Berdasarkan data tersebut, maka perhitungan gaji prorata pada bulan pertama kerja yang akan diterima Adit adalah sebagai berikut:

  • Gaji Prorata = (Jumlah Hari Kerja / Jumlah Hari dalam Sebulan) x Gaji Bulanan
  • Gaji Prorata = (18 / 30) x 6.000.000
  • Gaji Prorata = 3.600.000

Dari perhitungan di atas, gaji prorata yang akan diterima oleh Adit adalah sebesar Rp3.600.000 setelah bekerja selama 18 hari dalam satu bulan.

Contoh 3

Ahmad mengambil waktu cuti tidak berbayar untuk keperluan pendidikannya. Setelah menyelesaikan pendidikan, Ahmad langsung kembali bekerja. Saat pertama kali kembali, Ahmad hanya bekerja selama 12 hari dalam satu bulan. Gaji yang diterima oleh Ahmad adalah sebesar Rp11.000.000 setiap bulannya. Berdasarkan data tersebut, maka perhitungan gaji prorata pada bulan setelah Ahmad kembali bekerja adalah sebagai berikut:

  • Gaji Prorata = (Jumlah Hari Kerja / Jumlah Hari dalam Sebulan) x Gaji Bulanan
  • Gaji Prorata = (12 / 30) x 11.000.000
  • Gaji Prorata = 4.400.000

Dari perhitungan di atas, gaji prorata yang akan diterima oleh Ahmad adalah sebesar Rp4.400.000 setelah bekerja selama 12 hari dalam satu bulan.

2. Menghitung gaji prorata karyawan berdasarkan jumlah jam kerja dalam sebulan

Menghitung gaji karyawan dengan metode prorata juga dapat kamu lakukan dengan menghitung jumlah jam kerja karyawan. Untuk melakukannya kamu bisa mulai dengan menghitung upah per jam dari seorang karyawan. Berikut adalah rumusnya:

  • Upah per jam = (1 (jam kerja)/total jam kerja dalam sebulan) x upah satu bulan
  • Gaji prorate berdasarkan jumlah jam kerja: Jumlah jam kerja karyawan dalam sebulan x upah per jam.

Berikut adalah contoh perhitungannya:

Contoh 1

Katakan seorang staff administrasi memiliki gaji Rp4.200.000,00 tiap bulannya. Dalam 1 bulan, Ia akan bekerja selama 160 jam (20 hari, 8 jam kerja). Maka upah per jam karyawan tersebut adalah:

  • (1 (jam)/160) x Rp4.200.000,00 = Rp26.250,00

Lalu, katakanlah pada bulan Juni dia bekerja hanya 76 jam karena dia merupakan karyawan yang baru masuk di pertengahan bulan dan Ia sempat izin setengah hari (4 jam) untuk mengikuti wisuda. Maka, jika menggunakan metode prorata untuk menghitung gajinya dengan variabel jam kerja, maka gaji karyawan tersebut adalah:

  • Gaji Prorata: Jumlah jam kerja x gaji per jam
  • Gaji Prorata: 76 x Rp26.250,00

Contoh 2

Budi adalah seorang pekerja kontrak yang bekerja untuk sebuah perusahaan IT. Upahnya selama satu jam adalah Rp.30.000,00 dan selama satu bulan Ia bekerja selama 50 jam untuk. Maka, perhitungan prorata untuk gajinya adlaah sebagai berikut:

  • Gaji prorata: 30 x Rp.50.000.00,00 = Rp1.500.000,00-

Itulah dia cara menghitung gaji prorata yang perusahaan dapat terapkan. Perhitungan gaji dengan metode prorata dapat membantu perusahaan untuk mengelola keuangan dengan efektif karena perusahaan hanya akan membayar karyawan sesuai dengan hari atau jam kerja seorang karyawan. Jika kamu ingin menerapkan metode ini, pastikan kamu memiliki metode untuk melakukan tracking jumlah hari atau jam kerja karyawan.

Solusi yang bisa membantu kamu melakukan hal tersebut adalah dengan menggunakan iHRS dan KNOCK-KNOCK dari RecruitFirst. Selain itu, kami juga menyediakan berbagai macam solusi lain yang dapat memudahkanmu untuk mengelola sumber daya manusia di perusahaan. Hubungi kami di sini untuk informasi lebih lanjut!

Author

Debby Lim

As the practice leader of RecruitFirst Indonesia, Debby brings to the table over 13 years of industry experience.