Struktur Organisasi Perusahaan: Pengertian, Fungsi, dan Jenisnya

Recruit First
Pengembangan Organisasi
27 Nov 2023
Struktur Organisasi Perusahaan: Pengertian, Fungsi, dan Jenisnya

Struktur organisasi perusahaan mutlak diperlukan. Keberadaan struktur ini sangat penting dalam memandu operasional perusahaan agar dapat berjalan mulus. Oleh karena itu, pengertian, fungsi, dan cara pembuatannya wajib untuk dipahami oleh setiap pemilik bisnis.

Dalam artikel ini, kami akan memberikan panduan lengkap mengenai pengertian, jenis, fungsi, dan cara membuat struktur organisasi perusahaan yang efektif dan efisien. Mari kita simak bersama ulasan lengkapnya di bawah ini, ya!

Mengenal Pengertian Struktur Organisasi Perusahaan

Struktur organisasi merujuk pada suatu tingkatan atau susunan yang berisi pembagian tugas dan peran perorangan berdasarkan jabatan yang diemban pada perusahaan. Struktur ini disusun dalam bentuk bagan atau garis hierarki dan berisi deskripsi dari tiap komponen perusahaan.

Struktur organisasi ini harus diisi oleh Sumber Daya Manusia (SDM) dengan peran dan fungsinya masing-masing. Tujuannya adalah agar perusahaan dapat lebih mudah dalam membagi tugas dan tanggung jawab setiap individu dalam menjalankan sebuah bisnis. Struktur ini akan membantu perusahaan untuk melakukan cross check terhadap individu-individu yang kompeten sesuai dengan bidang serta keahliannya.

Sebuah perusahaan yang sukses umumnya memiliki struktur organisasi yang tertata dan jelas, atau dengan kata lain sesuai dengan fungsinya. Kejelasan struktur organisasi akan membantu roda perusahaan dapat berjalan dengan baik, dan memiliki potensi untuk berkembang, serta mencapai visi atau tujuan perusahaan dengan lebih efisien.

Apa Fungsi Struktur Organisasi Perusahaan?

Struktur organisasi bisa dikatakan wajib untuk perusahaan miliki sesegera mungkin. Pasalnya, struktur organisasi memiliki fungsi utama sebagai pedoman bagi sebuah perusahaan terkait dengan manajemen untuk menyusun strategi dalam rangka mencapai target yang telah ditetapkan.

Tanpa adanya struktur organisasi yang jelas, maka dapat dipastikan perusahaan tersebut akan sangat sulit berkembang, dan bahkan pailit. Untuk informasi lengkapnya, berikut adalah tiga fungsi utama dari struktur organisasi perusahaan, yakni:

1. Mendeskripsikan Peran Setiap Individu dalam Perusahaan

Setiap individu pada perusahaan, atau dengan kata lain karyawan, tentu harus memiliki peran dan tanggung jawab yang dikerjakan. Posisi seluruh karyawan yang tersedia juga harus sesuai dengan keahlian dan potensi dari masing-masing karyawan. Hal ini juga termasuk ke dalam perencanaan SDM, di mana setiap posisi yang diberikan, terdapat kewajiban dan wewenang yang harus dilaksanakan dan dipertanggungjawabkan.

2. Memperjelas Alur Hubungan Kinerja

Struktur organisasi juga memiliki fungsi agar setiap karyawan mengetahui alur hubungan kinerja dengan jelas. Mulai dari batas tanggung jawab, waktu, cara, hingga orang yang tepat untuk berkolaborasi dalam rangka memudahkan pelaksanaan kinerja.

3. Mendeskripsikan Uraian Tugas

Apabila tugas dari setiap komponen dapat terurai dengan deskripsi yang jelas, tentu akan sangat membantu atasan maupun karyawan untuk mencapai tujuan. Karyawan akan lebih mudah menyusun strategi dan berkolaborasi karena dapat lebih fokus pada bidang yang sesuai dengan keahliannya. Di sisi lain, pihak atasan akan dapat lebih mudah melakukan pengawasan (monitoring) dan supervisi terhadap setiap kinerja karyawan.

Baca Juga: 8 Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan

Apa Saja Manfaat Struktur Organisasi Perusahaan?

Sebelum dapat membuat SOP, sistem kerja, deskripsi pekerjaan, dan kebutuhan perusahaan lainnya, kamu harus membuat struktur organisasi terlebih dahulu secara lengkap. Hal ini sangat penting untuk setiap karyawan yang akan bekerja di perusahaanmu, karena mereka nantinya akan mengenal lebih baik tentang apa saja peran dan tugas yang akan mereka lakukan di perusahaan dengan lebih jelas.

Adapun beberapa alasan mengapa struktur organisasi dapat dikatakan sangat penting bagi perusahaan adalah sebagai berikut:

1. Membantu Memperjelas Pekerjaan Karyawan

Setiap atasan pada perusahaan manapun tentu tidak ingin mempunya karyawan yang tidak memiliki pekerjaan yang tidak jelas, bukan? Oleh karena itu, struktur organisasi dapat membantu perusahaan untuk menjadi penentu dasar dalam membagi setiap tugas dan tanggung jawab seorang karyawan di perusahaan tersebut. Jika pembagian telah terdeskripsikan dengan jelas, maka karyawan juga akan dapat bekerja dengan maksimal dan mampu menyelesaikan target pekerjaan dengan lebih fokus.

2. Dapat Mengurangi Masalah Internal Perusahaan

Struktur organisasi juga sangat penting untuk membantu HRD perusahaan dalam mengelola Sumber Daya Manusia (SDM) perusahaan. Struktur organisasi yang jelas dapat membantu pihak HRD melakukan koordinasi dan kontrol secara menyeluruh sesuai dengan jabatannya masing-masing, sehingga bisa mengurangi masalah internal yang ada pada perusahaan.

3. Membantu Meningkatkan Motivasi Karyawan untuk Jenjang Karir yang Diinginkan

Adanya struktur organisasi perusahaan yang jelas akan meningkatkan motivasi dan kinerja karyawan. Beberapa hal seperti jenjang karir, peningkatan gaji atau insentif pada tiap posisi yang jelas, akan membuat karyawan memiliki gambaran jelas terhadap apa yang akan diekspektasikan. Hal ini tentu akan berdampak positif juga untuk perusahaan, karena memiliki tenaga kerja yang unggul dalam meningkatkan kesuksesan perusahaan.

Baca Juga: Kenali Apa itu Insentif serta Manfaatnya untuk Memotivasi Karyawan

4. Kemudahan Sistem Koordinasi antar Karyawan

Komunikasi dan koordinasi tiap karyawan dapat dijalankan secara lebih mudah dengan adanya struktur organisasi. Dalam mencapai hal tersebut, beberapa perusahaan juga bahkan memasang struktur organisasinya di ruangan-ruangan yang mudah terjangkau oleh seluruh tenaga kerjanya. Hal ini bertujuan untuk memudahkan karyawan mengetahui siapa atasannya, atau bahkan karyawan kunci di setiap divisi lainnya.

5. Target Perusahaan dapat Tercapai dengan Lebih Cepat

Perusahaan dapat mencapai target bisnisnya dengan lebih cepat dengan adanya struktur organisasi. Misalnya, ketika perusahaanmu memiliki jumlah karyawan yang relatif banyak, tentu untuk mencapai target perusahaan secara efisien dan efektif membutuhkan koordinasi karyawan yang cepat dan tepat, bukan? Oleh karena itu, struktur organisasi berperan penting dalam menciptakan kemudahan koordinasi pada setiap karyawan, dengan tujuan mempercepat aksi dan membantu perusahaan untuk lebih cepat mencapai target bisnis.

Apa Saja Jenis Struktur Organisasi Perusahaan yang Umum Diterapkan?

Terdapat beberapa jenis struktur organisasi perusahaan yang umum diterapkan. Pemilihan struktur bergantung pada kebutuhan dari masing-masing perusahaan. Berikut adalah lima jenis struktur organisasi yang umum digunakan oleh perusahaan, antara lain:

1. Struktur Organisasi Fungsional

Struktur organisasi fungsional adalah jenis struktur organisasi yang menempatkan karyawan sesuai dengan fungsi atau bidang pekerjaannya, seperti bagian produksi, bagian pemasaran, bagian keuangan, dan sebagainya. Setiap departemen tersebut dipimpin oleh seorang manajer dan karyawan yang bekerja di dalamnya memiliki kemampuan dan keterampilan khusus yang dibutuhkan dalam bidang pekerjaannya.

Kelebihan dari struktur organisasi fungsional adalah memudahkan koordinasi antar departemen dan memungkinkan pemanfaatan keahlian secara efektif, namun terkadang juga memicu terjadinya silo dalam organisasi.

2. Struktur Organisasi Usaha

Struktur organisasi usaha adalah jenis struktur organisasi yang menempatkan karyawan sesuai dengan produk atau layanan yang dihasilkan, seperti produk makanan, produk teknologi, atau layanan kesehatan.

Setiap unit usaha tersebut dipimpin oleh seorang manajer dan karyawan yang bekerja di dalamnya memiliki kemampuan dan keterampilan khusus yang dibutuhkan dalam menghasilkan produk atau layanan tersebut. Kelebihan dari struktur organisasi usaha adalah memungkinkan pengambilan keputusan yang cepat dan fokus pada bisnis inti, namun terkadang juga memicu terjadinya redudansi atau duplikasi fungsi antar unit usaha.

3. Struktur Organisasi Matriks

Struktur organisasi matriks adalah jenis struktur organisasi yang menggabungkan dua atau lebih bentuk struktur organisasi, yaitu struktur organisasi fungsional dan struktur organisasi usaha. Pada struktur organisasi matriks, karyawan ditempatkan dalam tim yang terdiri dari karyawan dari berbagai departemen fungsional dan unit usaha.

Setiap tim dipimpin oleh seorang manajer proyek yang bertanggung jawab terhadap kesuksesan proyek dan melakukan koordinasi dengan manajer fungsional dan manajer unit usaha terkait. Kelebihan dari struktur organisasi matriks adalah memungkinkan penggunaan sumber daya yang efektif dan fleksibel dalam menangani proyek yang kompleks, namun terkadang juga memicu terjadinya konflik kepentingan antar departemen atau unit usaha.

4. Struktur Organisasi Proyek

Struktur organisasi proyek adalah jenis struktur organisasi yang digunakan untuk menangani proyek-proyek yang bersifat unik dan kompleks. Pada struktur organisasi proyek, karyawan ditempatkan dalam tim yang dibentuk secara khusus untuk menangani proyek tertentu. Setiap tim dipimpin oleh seorang manajer proyek yang bertanggung jawab terhadap kesuksesan proyek dan melakukan koordinasi dengan manajer fungsional terkait. 

5. Struktur Organisasi Tim Kerja

Struktur organisasi tim kerja adalah jenis struktur organisasi yang menempatkan karyawan dalam tim yang berfokus pada tugas-tugas tertentu dan memiliki otonomi dalam mengambil keputusan. Setiap tim dipimpin oleh seorang pemimpin tim yang bertanggung jawab terhadap tugas-tugas yang diberikan dan melakukan koordinasi dengan pimpinan perusahaan terkait. 

Kelebihan dari struktur organisasi tim kerja adalah memberikan fleksibilitas dan keterlibatan yang tinggi bagi karyawan, namun terkadang juga memicu terjadinya duplikasi tugas dan kurangnya koordinasi antar tim.

Bagaimana Cara Membuat Struktur Organisasi Perusahaan yang Efektif dan Efisien?

Dari pembahasan di atas, bisa kita katakan bahwa semua perusahaan pasti membutuhkan struktur organisasi yang baik. Maka dari itu, penting bagi kamu untuk mengetahui proses pembuatannya di bawah ini:

1. Pilih Tipe Manajemen yang Dijalankan

Proses pembuatan struktur organisasi dapat kamu awali dengan menentukan jenis manajemen yang akan diterapkan di perusahaan. Pilihlah sistem yang dapat dipakai sesuai dengan pengambilan keputusan. Tentukan setiap tugas untuk setiap posisi yang sesuai dengan bidangnya secara rinci. Mulai dari tanggung jawab pengambilan keputusan, koordinasi, atau yang mendukung sebuah pekerjaan. Tipe manajemen juga dapat disesuaikan dengan sala perusahaan. Misalnya struktur organisasi perusahaan kecil dapat memilih manajemen yang lebih informal dibandingkan korporasi besar.

2. Susun Aturan Kerja

Setelah memilih manajemen yang tepat, kamu bisa mulai membuat peraturan kerja yang menjadi panduan operasional perusahaan. Aturan ini akan berfungsi untuk menghadirkan kejelasan dan ketegasan dalam perusahaan agar tidak ada kesalahpahaman atau kebingungan mengenai operasional perusahaan.

3. Pilih Bagan Struktur Organisasi yang Tepat

Pada bagan struktur organisasi, terdapat beberapa desain yang bisa kamu pilih. Mulai dari tipe hierarkis, fungsional, matrik, dan flat. Berikut adalah pembahasan lengkap dan contoh struktur organisasi keempat jenis ini:

a. Hierarkis

struktur organisasi perusahaan hirarkis

Bagan ini sangat cocok untuk perusahaan kecil atau menengah. Sesuai dengan namanya, bagan ini mampu memperlihatkan hierarki antar pihak di perusahaan secara jelas. Pembuatan bagan ini diawali dengan penarikan garis hierarki dari pemimpin tertinggi hingga ke level terbawah. Garis ini akan memperlihatkan rantai komando dan arahan, dengan pihak teratas bertindak sebagai pengawas langsung terhadap karyawan di bawahnya. Pada bagai ini juga, terdapat garis horizontal yang menunjukkan kedudukan sejajar. Mereka yang berada pada garis ini akan berbagi tanggung jawab dan bekerja sama dalam mencapai tujuan perusahaan.

b. Fungsional

struktur organisasi fungsional

Bagan ini merupakan bagan struktur organisasi yang paling umum dipakai. Garis arahan, pengawasan, dan koordinasi pada bagan ini ditetapkan dengan jelas, serta memiliki kemiripan dengan bagan hierarki. Namun, pembuatannya dibatasi dengan membagi perusahaan ke beberapa departemen. Kemudian, pada bagan hanya dicantumkan kepala departemen saja. Struktur bagan ini bertujuan untuk mendorong karyawan agar fokus pada tugas yang sudah sesuai dengan spesialisasinya.

c. Matrik

struktur organisasi perusahaan matrik

Bagan ini cocok untuk perusahaan yang memiliki karyawan dengan pekerjaan lintas fungsi. Biasanya perusahaan ini memiliki berbagai proyek yang berbeda dan harus ditangani secara bersamaan. Misalnya, seorang teknisi yang berada di departemen engineering yang bertugas juga untuk melaporkan pekerjaannya kepada departemen proyek. Sistem ini akan membuat organisasi perusahaan dapat berjalan dengan dinamis. Karyawan juga dapat bekerja di luar fungsi harian dalam rangka pengembangan diri.

d. Flat

struktur organisasi perusahaan flat

Sesuai dengan namanya, struktur ini dibuat secara mendatar. Susunan ini bertujuan untuk memangkas hierarki di antara semua pihak perusahaan. Oleh karena itu, struktur ini lebih sering diterapkan oleh perusahaan start up yang mengutamakan rasa kebersamaan dan kepemilikan semua pihak di dalam perusahaan. Artinya, setiap karyawan diharapkan untuk berkontribusi ke perusahaan sebesar mungkin.

4. Tentukan SDM yang Tepat yang Mengisi Posisi Tersebut

Setelah mengetahui bagan apa yang cocok dengan perusahaanmu, sekarang waktunya untuk menentukan SDM mana yang tepat untuk mengisi setiap posisi-posisi yang sudah dijabarkan. Kamu dapat mulai mendata terlebih dahulu semua karyawan dengan penilaian kompetensinya masing-masing. Kemudian, penentuan siapa yang menempatkan setiap posisi pada struktur organisasi perusahaan dapat dilakukan. Buatlah garis arahan yang jelas, dan pastikan semua pihak berada di bawah rantai komando atau koordinasi tertentu. Tujuannya agar ada kejelasan kewenangan dan tanggung jawab yang diemban setiap karyawan.

Baca Juga: Perbedaan Rekrutmen Internal dan Eksternal dari Berbagai Sisi

Itulah penjelasan lengkap mengenai struktur organisasi perusahaan yang bisa menjadi pengetahuan tambahan kamu ketika merekrut seorang karyawan baru. Penting bagi seorang HRD maupun pemilik bisnis untuk mengetahui struktur organisasi perusahaan yang tepat dan cara membuatnya. Pemahaman yang mendalam tentang hal ini akan sangat membantu perusahaan dalam memilih dan memilah kandidat karyawan terbaik untuk peningkatan profit perusahaanmu.

Namun, jika kamu masih ragu tentang bagaimana memilih calon karyawan dengan tepat untuk setiap posisi struktur organisasi dan apa saja yang harus tercantum di dalamnya, kamu bisa menggunakan jasa RPO dan BPO dari RecruitFirst. Kami akan menyediakan solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah rekrutmen kamu, mulai dari perencanaan tenaga kerja, kustomisasi penilaian proses rekrutmen, onboarding dan offboarding, negosiasi kontrak, hingga layanan penggajian. 

Hubungi kami segera dan kembangkan bisnismu bersama RecruitFirst!

Pertanyaan Umum tentang Struktur Organisasi Perusahaan

Bagaimana struktur organisasi bisa mempengaruhi kinerja perusahaan?

Struktur organisasi memiliki dampak signifikan terhadap kinerja perusahaan karena menentukan bagaimana tugas, tanggung jawab, dan otoritas didistribusikan di dalam organisasi. Struktur organisasi yang baik dapat meningkatkan koordinasi, efisiensi, dan fleksibilitas perusahaan.

Sebagai contoh, struktur hierarkis tradisional mungkin efektif untuk kontrol dan pelaporan, tetapi dapat menghambat komunikasi lintas departemen dan inovasi. Di sisi lain, struktur organisasi matriks atau berbasis tim dapat memungkinkan respons yang lebih cepat terhadap perubahan dan meningkatkan kolaborasi antar departemen.

Faktor apa saja yang harus saya pertimbangkan jika hendak membuat desain struktur organisasi?

Dalam merancang desain struktur organisasi, beberapa faktor penting yang perlu dipertimbangkan meliputi sifat bisnis perusahaan, skala operasi, jenis produk atau layanan yang ditawarkan, dan tujuan strategis yang ingin dicapai.

Pertimbangkan juga tingkat kompleksitas organisasi, kebutuhan koordinasi antardepartemen, dan fleksibilitas dalam menghadapi perubahan pasar. Faktor lain yang relevan mencakup budaya perusahaan, keterlibatan karyawan, dan sistem komunikasi internal. Pemahaman mendalam terhadap dinamika industri dan kompetitif juga diperlukan agar struktur organisasi dapat mendukung keunggulan kompetitif.

Author

Debby Lim

As the practice leader of RecruitFirst Indonesia, Debby brings to the table over 13 years of industry experience.