Macam-Macam Sistem Absensi yang Bisa HRD Terapkan di Perusahaan

Recruit First
Pengembangan Organisasi
26 Jun 2023
Macam-Macam Sistem Absensi yang Bisa HRD Terapkan di Perusahaan

Sistem absensi kini terus dikembangkan dalam bentuk digital dan mungkin bagi sebagian perusahaan, hal ini merupakan sebuah tantangan yang harus dihadapi. Banyak perusahaan tentu masih merasa bingung dengan apa yang harus dipertimbangkan dalam menggunakan sistem absensi. Sebagian mungkin berpikir apakah lebih baik dengan cara manual? Atau cara digital lebih baik?

Pada artikel ini, akan dijelaskan secara detail mengenai beberapa macam sistem absensi karyawan yang dapat digunakan perusahaan, serta bagaimana cara HR perusahaan memilih sistem absensi yang paling tepat untuk digunakan. Untuk penjelasan lebih lengkapnya, mari disimak ulasan lengkap tentang sistem absensi yang bisa kamu terapkan di bawah ini, ya!

Apa Saja Sistem Absensi yang HR dapat Terapkan di Perusahaan?

Sistem absensi adalah suatu mekanisme yang digunakan oleh departemen Sumber Daya Manusia (SDM) dalam perusahaan untuk mencatat kehadiran karyawan. Terdapat beberapa sistem absensi yang dapat HR terapkan di perusahaan. Berikut adalah penjelasan lengkapnya:

1. Sistem Absensi Karyawan Manual

Absensi karyawan secara manual dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu menggunakan buku absensi, atau absensi analog. Berikut ini adalah penjelasan lebih lanjut mengenai kedua jenis tersebut:

a. Pulpen dan Buku Absensi

Sistem ini menggunakan pulpen dan buku absensi yang ditempatkan di lokasi kerja. Karyawan harus secara manual mencatat waktu kedatangan dan kepergiannya di buku absensi tersebut. HR dapat memeriksa buku absensi ini untuk melacak kehadiran karyawan. Meskipun mudah diterapkan, sistem ini rentan terhadap kesalahan manusia dan penyalahgunaan.

b. Absensi Analog

Sistem ini melibatkan penggunaan kartu atau kertas khusus yang berisi kolom-kolom untuk mencatat waktu kedatangan dan kepergian karyawan. Karyawan harus menandai kolom-kolom ini dengan tanda seperti tanda tangan atau cap jari mereka. HR dapat menggunakan data dari absensi analog ini untuk mengelola kehadiran karyawan. Namun, sistem ini juga rentan terhadap manipulasi dan sulit dalam pengolahan data.

2. Sistem Absensi Karyawan Digital/Otomatis

Pada zaman digital saat ini, sistem absensi sudah bertransformasi menjadi lebih seamless dan otomatis. Biasanya, perusahaan menggunakan fingerprint, PIN, ataupun magnetic card yang dianggap lebih efektif dan cepat dalam mendata absensi karyawan untuk masuk ke dalam database HR perusahaan. Berikut adalah penjelasannya:

a. Fingerprint

Sistem absensi ini menggunakan teknologi sidik jari untuk mengidentifikasi karyawan. Setiap karyawan akan memiliki data sidik jari mereka yang tersimpan dalam sistem. Ketika karyawan memasukkan sidik jarinya ke dalam perangkat absensi, sistem akan mencocokkan dengan data yang tersimpan dan mencatat waktu kehadiran. Sistem ini cenderung lebih akurat dan sulit untuk dipalsukan.

b. Absensi PIN

Sistem ini melibatkan penggunaan nomor identifikasi pribadi (PIN) oleh karyawan. Mereka harus memasukkan PIN mereka ke dalam perangkat absensi untuk mencatat waktu kehadiran. Data kehadiran kemudian disimpan dalam sistem yang dapat diakses oleh HR. Meskipun lebih mudah diimplementasikan daripada sistem sidik jari, penggunaan PIN dapat berisiko jika nomor tersebut diketahui oleh orang lain.

c. Magnetic Card

Sistem ini menggunakan kartu magnetik yang diberikan kepada setiap karyawan. Karyawan harus memasukkan kartu mereka ke dalam pembaca khusus untuk mencatat waktu kehadiran. Data absensi ini akan disimpan dalam sistem dan dapat diakses oleh HR. Sistem ini relatif mudah digunakan, tetapi kartu dapat hilang atau rusak sehingga mengganggu proses absensi.

d. Selfie & Geotag

Fitur selfie dan geotag biasa digunakan oleh perusahaan untuk meningkatkan akurasi dan keandalan sistem absensi karyawan. Fitur selfie memungkinkan karyawan untuk melakukan absensi dengan cara memotret diri mereka sendiri. Saat melakukan absensi, karyawan akan diminta untuk mengambil foto diri mereka melalui aplikasi atau perangkat yang disediakan. Kemudian, sistem akan memverifikasi keabsenan karyawan berdasarkan wajah yang terdeteksi dalam foto tersebut. 

Sedangkan, pada fitur geotag melibatkan penandaan lokasi geografis saat karyawan melakukan absensi. Ketika karyawan melakukan absensi melalui selfie, sistem akan mengambil informasi tentang lokasi fisik tempat absensi selfie tersebut dilakukan, biasanya menggunakan teknologi GPS pada perangkat seluler atau perangkat yang dipasang di lokasi kerja.

RecruitFirst sendiri memiliki Knock Knock, yaitu sebuah solusi digital yang memungkinkan karyawan untuk dapat menunjukkan bukti kehadiran dengan fitur selfie dan geotag yang terintegrasi secara optimal. Hal ini dapat membantu perusahaan untuk menciptakan metode manajemen waktu yang nyaman dan paperless.

Baca Juga: Panduan Lengkap Apa itu HRIS dan Manfaatnya bagi Perusahaan

Bagaimana Cara HR dapat Memilih Sistem Absensi yang Tepat untuk Kebutuhan Perusahaan?

Memilih sistem absensi yang tepat untuk kebutuhan perusahaan adalah langkah penting yang harus dilakukan oleh HR. Berikut adalah cara HR dapat memilih sistem absensi yang tepat beserta penjelasan lengkapnya:

1. Bandingkan Antara Sistem Absensi melalui Desktop dan Cloud

HR perlu mempertimbangkan apakah mereka ingin menggunakan sistem absensi berbasis desktop atau cloud. Sistem absensi desktop diinstal langsung di komputer perusahaan, sementara sistem absensi cloud dapat diakses melalui internet. Hal-hal yang perlu kamu pertimbangkan antara lain sebagai berikut:

  • Aksesibilitas: Sistem absensi cloud memungkinkan akses yang mudah dari mana saja dengan koneksi internet, sementara sistem absensi desktop memerlukan akses ke komputer yang terpasang sistem tersebut.
  • Keamanan: Sistem absensi cloud umumnya memiliki tingkat keamanan yang lebih tinggi karena data disimpan secara online dan dilindungi oleh protokol keamanan. Namun, jika perusahaan memiliki kekhawatiran tentang keamanan data di cloud, sistem absensi desktop mungkin menjadi pilihan yang lebih baik.
  • Pembaruan: Sistem absensi cloud umumnya memiliki pembaruan otomatis, sementara pembaruan pada sistem absensi desktop harus dilakukan secara manual.

2. Perhatikan Layanan Pendukung Sistem Absensi

Penting bagi HR untuk memperhatikan layanan pendukung yang disediakan oleh penyedia sistem absensi. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:

  • Pelatihan: Pastikan penyedia sistem absensi menyediakan pelatihan yang memadai kepada HR dan karyawan tentang penggunaan sistem tersebut.
  • Dukungan Teknis: Periksa apakah penyedia sistem absensi memiliki tim dukungan teknis yang responsif dan siap membantu jika terjadi masalah atau pertanyaan.
  • Integrasi: Jika perusahaan menggunakan sistem HR atau sistem penggajian lainnya, pastikan sistem absensi dapat diintegrasikan dengan baik untuk mempermudah pengelolaan data.

3. Pilihlah Harga yang Sesuai dengan Kualitas

HR perlu mempertimbangkan harga sistem absensi dan memastikan sesuai dengan kualitas yang ditawarkan. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan adalah:

  • Fitur: Tinjau fitur-fitur yang ditawarkan oleh sistem absensi dan nilai tambah yang diberikan. Pastikan fitur-fitur yang tersedia sudah sesuai dan selaras dengan kebutuhan perusahaan.
  • Skalabilitas: Pertimbangkan apakah sistem absensi dapat dengan mudah ditingkatkan atau diperluas sesuai dengan pertumbuhan perusahaan.
  • Biaya Total Kepemilikan: Selain biaya implementasi, perhatikan juga biaya pemeliharaan, dukungan, dan pembaruan sistem absensi dalam jangka panjang.

Memilih sistem absensi yang tepat membutuhkan evaluasi yang saksama terhadap kebutuhan perusahaan dan penilaian terhadap fitur, keamanan, dukungan, dan harga sistem absensi yang ditawarkan oleh penyedia. Pertimbangan matang terhadap faktor-faktor ini memungkinkan HR dapat memilih sistem absensi yang paling cocok untuk perusahaan mereka.

Untuk efektivitas perkembangan SDM yang lebih optimal, kamu bisa mulai menerapkan teknologi terbaik untuk kebutuhan perekrutan talent perusahaan dengan menggunakan jasa rekrutmen talenta dari RecruitFirst. Beragam fitur perencanaan dan pengelolaan proses rekrutmen dari RecruitFirst dapat membantu meningkatkan efisiensi kinerja perusahaanmu, sehingga keberlangsungan bisnis dapat berjalan dengan baik.

Fitur-fitur RecruitFirst juga mencakup pelacakan absensi, pengelolaan dan penyimpanan data talent, serta pembuatan tanda tangan digital resmi dan dilindungi hukum yang dapat kamu gunakan untuk seluruh kebutuhan administrasi bisnis. Untuk merasakan beragam fitur tersebut, kamu bisa langsung menghubungi kami dan ayo tingkatkan kualitas bisnismu bersama RecruitFirst sekarang juga!

Author

Debby Lim

As the practice leader of RecruitFirst Indonesia, Debby brings to the table over 13 years of industry experience.