Perbedaan Coaching dan Mentoring, Simak Penjelasannya

Recruit First
Pengembangan Organisasi
24 May 2023
Perbedaan Coaching dan Mentoring, Simak Penjelasannya

Metode pengembangan karyawan tidak hanya dilakukan dengan mengadakan kursus untuk meningkatkan skill. Kamu bisa menyediakan program coaching atau mentoring supaya karyawan kamu lebih termotivasi dalam mengembangkan dirinya. Namun, perlu diketahui bahwa dua program tersebut berbeda padahal sama-sama melibatkan pelatih dan pemimpin. Sebenarnya, apa perbedaan coaching dan mentoring? Cari tahu jawabannya dalam artikel ini.

Pengertian Coaching

Coaching merupakan metode pelatihan di mana seseorang yang lebih berpengalaman memberikan saran dan bimbingan kepada karyawan untuk mengembangkan kemampuan, kinerja, dan kariernya. Coaching berfokus pada tujuan yang ingin dicapai oleh karyawan sebagai coach, bukan coachee sebagai pelatih atau orang yang lebih berpengalaman.

Baca Juga: 5 Strategi Pengembangan SDM yang Penting Dipahami

Coaching bukan program untuk mengajari dan memberikan petunjuk kepada karyawannya. Lebih dari itu, coaching dilakukan supaya karyawan termotivasi untuk mencapai performa yang lebih baik, menjadi pembelajar yang terus tumbuh dan berkembang, serta mengaktualisasikan ide dan gagasannya.

Pengertian Mentoring

Mentoring adalah kegiatan yang melibatkan bimbingan dan dukungan dari mentor untuk mengembangkan kompetensi dan karakter karyawan sebagai mentee. Mentoring sejatinya merupakan hubungan yang berlandaskan kepercayaan. Selain itu, mentor memiliki tujuan untuk membantu, membimbing, serta melakukan pengawasan terhadap karyawan secara individu maupun kelompok. 

Mentor yang ditunjuk haruslah seseorang yang memiliki keahlian dan pengetahuan di bidang tertentu. Mereka juga berpengalaman, mampu menuntun, serta memberikan arahan dan saran kepada mentee.

Baca Juga: Tidak Hanya Meningkatkan Produktivitas, Temukan 8 Manfaat Pengembangan SDM bagi Bisnis Kamu

Perbedaan Coaching dan Mentoring yang Perlu Dipahami

Mentoring memang merupakan istilah yang lebih umum digunakan di Indonesia. Tidak jarang ada yang menyamakan mentoring dengan coaching, padahal keduanya merupakan hal yang berbeda. Lantas, apa saja perbedaan di antara dua metode pelatihan tersebut?

1. Orientasi Program

Perbedaan mendasar antara coaching dan mentoring terletak pada orientasi program yang dijalankan. Kegiatan mentoring lebih berorientasi pada memberikan ilmu yang lebih bersifat direktif atau arahan secara praktis. Sementara itu, coaching lebih berorientasi pada tujuan utama coachee sehingga lebih bersifat performatif dalam menggali cara berpikir dan kemampuan manajemen.

2. Fokus Program

Fokus utama coaching adalah menggali potensi dari coachee untuk mencapai tujuan yang diinginkan serta lebih terstruktur dalam kegiatannya. Sedangkan mentoring berfokus pada membangun kepercayaan mentee kepada mentor untuk meningkatkan kemampuan melalui transfer skill. Fokus pada coaching lebih mengarah pada one-to-one, sedangkan mentoring lebih mengarah pada one-to-all (lebih dari satu).

3. Kedekatan Hubungan

Kegiatan mentoring pada umumnya memiliki hubungan kedekatan yang jauh lebih lama dan bisa berlangsung bertahun-tahun karena bersifat direktif. Berbeda dengan coaching yang memiliki hubungan kedekatan yang lebih singkat karena hasil akhirnya berupa performa coachee.

4. Jangka Waktu Pelatihan

Umumnya, hubungan mentoring membutuhkan waktu minimal 6 bulan. Dalam beberapa kasus, ada program mentoring yang berlangsung bertahun-tahun. Contohnya, hubungan mentor dan mentee antara Steve Jobs dan Mark Zuckerberg atau Warren Buffet dan Bill Gates. Sementara itu, coaching biasanya tersedia dalam jangka waktu pendek, bahkan ada yang hanya berlangsung selama 10 sampai 15 menit.

5. Kualifikasi Coach dan Mentor

Tidak ada kualifikasi khusus yang dibutuhkan untuk menjadi mentor. Namun, di beberapa kasus, ada rekomendasi training untuk menjadi mentor agar lebih cakap dalam melatih mentee-nya. Sebaliknya, untuk menjadi coach, diperlukan training dan kualifikasi yang wajib dipenuhi agar dapat menjalankan coaching dengan lebih efektif.

6. Fokus pada Pengembangan

Mentoring fokus pada pengembangan individu yang bersifat langsung. Mentor akan membagikan pengetahuan, wawasan, pengalaman, dan keterampilannya langsung kepada mentee dengan cara memberikan petunjuk dan mendampingi mereka. Sementara itu, coaching lebih fokus pada pengembangan keterampilan dan bersifat tidak langsung. Seorang coach akan mengajukan pertanyaan serta memberikan waktu dan kepercayaan untuk membantu coachee meraih pencapaian yang lebih tinggi.

Manfaat Coaching dan Mentoring untuk Karyawan

Baik coaching maupun mentoring, keduanya sama-sama membawa manfaat positif pada pengembangan karyawan. Apabila diadakan di lingkungan kerja, coaching dan mentoring dapat meningkatkan kepercayaan diri, produktivitas, dan kemampuan yang lebih baik dalam bekerja serta mencapai tujuan bagi karyawan. Selain itu, coaching dan mentoring memberikan waktu khusus bagi karyawan untuk mengembangkan keterampilan dan perilaku mereka.

Kendati demikian, coaching dan mentoring memiliki manfaat yang berbeda. Berikut penjelasan rinci mengenai manfaat coaching dan mentoring.

1. Manfaat Coaching

Coaching dapat meningkatkan kepercayaan diri, keterampilan komunikasi, dan kesadaran diri (self-awareness) karyawan. Selain itu, karyawan juga mampu mengenali potensinya melalui sesi coaching yang menantang pemikiran yang menghambatnya.

Coaching lebih difokuskan kepada karyawan yang dilatih melalui pertanyaan, latihan, dan teknik lainnya. Coach akan mengetahui masalah mendasar yang memengaruhi karyawanmu.

Baca Juga: 8 Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan

2. Manfaat Mentoring

Mentoring tidak hanya bermanfaat pada karyawan yang dimentori sebagai mentee, tetapi juga mentor dan perusahaan secara keseluruhan. Selain meningkatkan rasa percaya diri dan self-awareness, terlibat dalam program mentoring dapat membantu karyawan dalam melatih skill berkomunikasi dan kepemimpinan. Mentee bisa belajar dari perspektif orang lain atau pengalaman mentornya.

Program mentoring juga bermanfaat dalam mendukung keterlibatan karyawan, kesehatan mental, dan menciptakan budaya berbagi pengetahuan. Selain itu, kamu juga bisa mengajak karyawan senior atau manajer untuk menjadi mentor bagi karyawan di perusahaan tanpa harus merekrut dari luar perusahaan. Dengan memanfaatkan keahlian karyawanmu, kamu bisa memperluas kesempatan pembelajaran dan pengembangan di perusahaanmu. Selain itu, organisasi yang memiliki program mentoring melihat peningkatan retensi dan produktivitas kerja.

Intinya, mentoring dapat memperluas perspektif karyawan, membentuk jaringan dukungan (support), dan meningkatkan karier dan keterampilan.

Intinya, coaching dan mentoring memiliki manfaat besar bagi karyawan dan perusahaanmu. Kamu bisa mengadakan salah satu dari kedua program tersebut dengan membahas beberapa tema berikut:

  • Pertumbuhan pribadi (self-growth)
  • Pemecahan masalah (problem solving)
  • Keterlibatan karyawan (employee engagement)
  • Pengembangan keterampilan (skill development)
  • Ikatan dan koneksi antar karyawan (employee relationship)
  • Meningkatkan retensi karyawan (employee retention)
  • Pengembangan kepemimpinan (leadership development).

Intinya, ada banyak indikator yang menjadi perbedaan coaching dan mentoring, mulai dari orientasi program, jangka waktu pelatihan, hingga fokus pengembangan pribadinya. Terlepas dari perbedaannya, kamu bisa menjalankan salah satu dari dua program tersebut karena bermanfaat besar untuk kemajuan Sumber Daya Manusia (SDM) di perusahaanmu.

Apakah kamu membutuhkan bantuan dalam menjalankan proses pelatihan dan pengembangan karyawanmu? Jika jawabannya adalah ya, maka kamu bisa memanfaatkan layanan Bisnis Process Outsourcing (BPO) dari RecruitFirst. Layanan manajemen operasional bisnis ini meliputi pengelolaan karyawan serta pelatihan dan pengembangan SDM supaya mereka bisa memberikan kontribusi terbaiknya untuk perusahaanmu. BPO juga mencakup layanan Recruitment Process Outsourcing (RPO) untuk merekrut dan mencari tenaga kerja sesuai kebutuhan perusahaanmu. 

Hubungi kami segera untuk kebutuhan rekrutmen, manajemen tenaga kerja, konsultasi SDM, serta pelatihan dan pengembangan di perusahaanmu!

Author

Debby Lim

As the practice leader of RecruitFirst Indonesia, Debby brings to the table over 13 years of industry experience.