Pengertian Orientasi Karyawan dan Cara Perusahaan Dapat Melakukannya dengan Tepat

RecruitFirst
Pengembangan Organisasi
30 Dec 2023
Pengertian Orientasi Karyawan dan Cara Perusahaan Dapat Melakukannya dengan Tepat

Karyawan yang baru bergabung di perusahaan kamu sering menghadapi tantangan ketika beradaptasi dengan lingkungan dan pekerjaan yang baru. Mereka harus mengenali dinamika perusahaan, aturan main, serta peran dan tanggung jawabnya. Kesulitan ini bisa memengaruhi kinerja dan kenyamanan mereka di lingkungan kerjamu. Kamu bisa membantu mereka melalui program orientasi karyawan baru di perusahaan.

Sudahkah kamu memahami apa itu program orientasi karyawan? Kalau belum, baca terus artikel ini sampai selesai supaya kamu bisa memahami proses orientasi karyawan dan langkah praktis dalam implementasinya.

Pengertian Orientasi Karyawan

Orientasi karyawan adalah serangkaian kegiatan yang dirancang untuk membantu karyawan baru bisa beradaptasi dengan lingkungan kerja dan tugas yang diembannya di perusahaan kamu. Dalam program ini, kamu tidak hanya memberikan informasi berupa peraturan perusahaan, pekerjaan yang dilakukan, atau struktur organisasi. Kamu juga memperkenalkan budaya kerja dan nilai perusahaan kepada karyawan baru.

Program orientasi karyawan baru dilakukan supaya karyawan bisa mengintegrasikan dirinya dalam tim sehingga bisa berkontribusi dengan maksimal terhadap tujuan perusahaan. Karyawan pun bisa membangun hubungan yang kuat dengan perusahaan sehingga mereka lebih terlibat di lingkungan kerjanya.

Tujuan Orientasi Karyawan

Lantas, apa yang menjadi tujuan orientasi karyawan? Pertama, masa orientasi bertujuan supaya karyawan baru bisa memahami budaya perusahaan secara keseluruhan. Selama masa orientasi, karyawan baru bisa beradaptasi dan menerapkan nilai (value) perusahaan, etika kerja, serta ekspektasi terhadap perilaku kerja mereka. Karyawan baru bisa membangun identitas dan keterikatan yang kuat terhadap perusahaan melalui program orientasi.

Selain itu, orientasi karyawan juga bertujuan untuk mempersiapkan karyawan baru terhadap tugas dan tanggung jawabnya. Karyawan baru bisa memahami tujuan dari pekerjaan serta indikator penilaian kinerja sehingga bisa berkontribusi dengan maksimal dalam pekerjaannya.

Manfaat Orientasi Karyawan

Mengadakan masa orientasi memberikan manfaat bagi karyawan baru. Seperti apa manfaat yang mereka rasakan? Lihat penjelasannya di bawah ini.

1. Meningkatkan Produktivitas Karyawan Baru

Ketika karyawan baru memahami tugas dan tanggung jawabnya, mereka bisa lebih cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan kerjanya. Dalam orientasi karyawan, mereka mendapatkan penjelasan tentang proses kerja dan harapan perusahaan sehingga bisa fokus pada tugasnya tanpa harus terjebak dalam kebingungan. Karyawan yang telah mengikuti orientasi juga lebih cepat merespons tuntutan pekerjaan, memberikan hasil kerja yang lebih tinggi, dan berkontribusi besar pada tim dan proyek.

2. Karyawan Baru Lebih Mudah Beradaptasi

Orientasi karyawan memudahkan karyawan baru dalam beradaptasi dengan lingkungannya. Melalui program orientasi, karyawan baru diberikan kesempatan untuk memahami dinamika perusahaan sehingga mereka lebih nyaman ketika beraktivitas di lingkungan kerjanya. Mereka juga bisa membangun hubungan rekan kerja, atasan, dan anggota tim lainnya sehingga bisa berbagi ide dan tidak ragu meminta tolong jika ada kendala atau masalah dalam bekerja.

3. Menghindari Karyawan Resign saat Probation

Salah satu tantangan utama dalam merekrut karyawan baru adalah mereka mengundurkan diri selama masa probation. Orientasi karyawan yang baik dapat mengurangi masalah ini karena karyawan baru belajar tentang ekspektasi dan tugasnya. Mereka pun mau bertahan di perusahaan serta berkontribusi dalam jangka panjang. Orientasi juga menciptakan hubungan yang kuat antara karyawan dan perusahaan sehingga bisa menghindari karyawan baru mencari peluang di luar.

4. Meningkatkan Kerja Sama di Antara Anggota Departemen

Kerja sama adalah unsur kunci dalam kesuksesan tim dan departemen. Melalui masa orientasi, karyawan baru bisa memahami cara berinteraksi dengan efektif bersama atasan dan rekan kerjanya. Mereka bisa membangun sinergi yang kuat karena bisa memahami keahlian, kelemahan, preferensi kerja di antara anggota tim.

5. Karyawan Baru Mendapatkan Ekspektasi yang Jelas dari Perusahaan

Ekspektasi yang jelas adalah kunci dari kinerja yang sukses. Orientasi karyawan menjadi sarana bagi kamu untuk menyampaikan harapan perusahaan terhadap setiap karyawan, termasuk karyawan baru. Mereka bisa bersikap dan bertindak sesuai budaya perusahaan dan memberikan hasil yang sesuai ekspektasi manajemen.

Langkah Efektif Melakukan Orientasi Karyawan

Melihat manfaat di atas, tentu kamu memahami pentingnya mengadakan orientasi karyawan yang efektif di perusahaan. Pertanyaannya, apa saja proses orientasi karyawan yang perlu dilakukan? Mari kita lihat langkah-langkah di bawah ini.

1. Persiapan Sebelum Karyawan Baru Bergabung

Langkah ini dilakukan setelah kandidat yang direkrut menerima tawaran dan menandatangani kontrak kerja. Persiapan ini mencakup proses onboarding yang terdiri dari pengisian beberapa dokumen administratif serta menyediakan perangkat kerja dan area kerja karyawan. Kamu juga perlu menyediakan informasi yang perlu dipahami oleh karyawan seperti peraturan, budaya kerja, dan sebagainya.

2. Pengenalan Perusahaan

Berikutnya, kamu memulai masa orientasi karyawan baru dengan memperkenalkan perusahaan, mulai dari sejarah, visi, misi, dan struktur organisasi yang berlaku di perusahaan. Karyawan baru bisa memahami tempat kerjanya sehingga bisa berkontribusi dengan maksimal. Informasi mengenai perusahaan harus disampaikan dengan cara yang menarik, bisa berupa presentasi, mengadakan tur, atau sesi tanya-jawab dengan karyawan baru.

3. Pengenalan Budaya Perusahaan

Setelah memahami struktur dan visi perusahaan, kamu bisa memperkenalkan budaya perusahaan yang mencakup nilai, norma, dan etika kerja yang berlaku di perusahaan. Budaya perusahaan perlu dikenalkan karena menjadi panduan mengenai tindakan, keputusan, dan interaksi karyawan di tempat kerja.

4. Pengenalan Tugas dan Tanggung Jawab

Dalam langkah ini, barulah karyawan diperkenalkan pada pekerjaannya. Mereka bisa mempelajari tugas dan tanggung jawabnya serta gambaran menyeluruh tentang ekspektasi perusahaan dan bagaimana kontribusinya bisa mendukung tujuan perusahaan. Agar lebih mudah dipahami, kamu bisa menyampaikannya dalam format studi kasus, demonstrasi pekerjaan, atau mengadakan diskusi kelompok.

5. Pelatihan dan Pengembangan

Orientasi karyawan juga harus menjadi sarana bagi karyawan baru dalam membangun keterampilan dan kompetensi yang diperlukan. Itulah kenapa kamu harus menyediakan program pelatihan dan pengembangan sesuai pekerjaan dan tujuan mereka. Pelatihan ini bisa berupa skill teknis, soft skill, dan juga edukasi tentang produk atau layanan perusahaan.

6. Pemberian Dukungan

Ketika karyawan baru mulai bekerja, kamu tetap perlu memberikan dukungan kepada mereka. Kamu bisa memberikan informasi kontak yang bisa dihubungi serta mendelegasikan tim HR lainnya sebagai pembimbing bagi karyawan baru. Langkah ini diperlukan supaya mereka bisa merasa didukung sehingga siap menghadapi tantangan di lingkungan baru.

7. Evaluasi dan Umpan Balik

Terakhir, kamu mengadakan evaluasi mengenai efektivitas program orientasi dan memberikan feedback kepada karyawan baru. Untuk mendapatkan feedback, kamu bisa mengadakan survei, sesi tanya jawab, atau pertemuan evaluasi. Feedback ini diperlukan supaya program orientasi karyawan baru berjalan lebih baik pada masa depan.

Itulah penjelasan mengenai manfaat dan proses orientasi karyawan yang perlu kamu pahami. Tentunya kamu perlu memastikan supaya karyawan yang diterima sudah sesuai kriteria dan nilai perusahaanmu supaya proses orientasinya berjalan mulus. 

Nah, agar kamu bisa mendapatkan karyawan yang tepat, kamu bisa menggunakan jasa outsourcing dari RecruitFirst. Kami menyediakan solusi outsourcing yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaanmu. Kamu pun bisa lebih fokus pada tugas yang lebih penting karena pencarian talenta sudah ditangani oleh RecruitFirst. Hubungi kami dan temukan talenta unggulan untuk perusahaanmu bersama RecruitFirst!

Author

Debby Lim

As the practice leader of RecruitFirst Indonesia, Debby brings to the table over 13 years of industry experience.