Keterampilan Teknis dan Non-teknis: Definisi dan Perbedaannya

Pengembangan Organisasi
21 Dec 2023

Pasti ada banyak hal yang kamu pertimbangkan dalam merekrut karyawan. Keterampilan teknis adalah salah satunya. Sudah pasti kamu ingin merekrut karyawan yang memiliki kemampuan teknis yang mumpuni biar mereka bisa langsung bekerja di perusahaanmu. Lagi pula, kamu juga tertarik dengan individu yang mampu menunjukkan keterampilan teknisnya melalui technical skill test dalam proses seleksi, bukan?

Namun, kamu sudah tahu apa itu keterampilan teknis alias technical skill, belum? Jangan sampai salah kaprah dan membedakannya dengan keterampilan non-teknis atau soft skill. Yuk, simak penjelasannya sampai selesai biar tahu perbedaan antara kedua jenis keterampilan ini!

Memahami Pengertian Keterampilan Teknis (Technical Skills)

Jadi, apa yang dimaksud dengan keterampilan teknis itu? Keterampilan teknis adalah kemampuan dan pengetahuan khusus yang dimiliki oleh karyawan untuk melakukan tugas-tugas tertentu di bidang teknis, misalnya, seperti teknik, pemrograman, atau mekanik. 

Nah, technical skill melibatkan kemampuan untuk menggunakan alat, teknik, dan software khusus untuk menyelesaikan masalah dan mencapai tujuan tertentu. Biasanya, keterampilan teknis ini didapatkan melalui pendidikan formal, pelatihan, dan pengalaman praktikal di bidang tertentu.

Contoh keterampilan teknis dalam dunia kerja antara lain dapat mengoperasikan software atau peralatan terkait pekerjaan, memahami bahasa pemrograman, mampu membuat laporan yang terperinci dan runut, dan kemampuan untuk melakukan analisis data.

Perbedaan Keterampilan Teknis dan Non-Teknis (Soft Skills)

Sekarang, kita bedakan antara keterampilan teknis dan non-teknis, yuk. 

Pertama, mari kita pahami dulu keterampilan non-teknis alias soft skill. Keterampilan non-teknis ini lebih terkait sama Emotional Quotient (EQ) alias kecerdasan emosional dan keterampilan sosial. Kalau talenta punya keterampilan ini, mereka bisa berinteraksi dan berkomunikasi dengan baik sama orang lain di tempat kerja. Singkatnya, keterampilan non-teknis ini mencakup skill seperti kecerdasan emosional, komunikasi efektif, kerja sama tim, kepemimpinan, dan kemampuan memecahkan masalah.

Berbeda dengan soft skill, technical skill fokusnya lebih ke aspek praktis dan pengetahuan yang spesifik untuk bidang tertentu. Contohnya, keterampilan menggambar, pemrograman, atau analisis data. Keterampilan teknis ini biasanya bisa diukur lebih jelas dan spesifik dibandingkan keterampilan non-teknis.

Nah, dalam mengembangkan kedua keterampilan ini, cara pendekatannya yang diambil pun berbeda. Untuk mengembangkan keterampilan teknis, setiap karyawan bisa mengerjakan proyek-proyek besar, baca buku, atau ikut tutorial. Lain halnya dengan keterampilan non-teknis, karyawan membutuhkan interaksi sosial, introspeksi diri, harus  mau terbuka sama saran dan kritik, dan spontanitas dalam bekerja.

Penting juga diingat kalau kemampuan teknis yang tinggi dipengaruhi oleh pendidikan dan pengetahuan yang dimiliki oleh karyawan, sementara pengalaman lebih berpengaruh dalam mengembangkan keterampilan non-teknis. Contohnya, pengalaman karyawan dalam menghadapi pelanggan yang suka komplain, cerewet, atau bahkan keras kepala membentuk soft skill dalam dirinya.

Cara Perusahaan Dapat Meningkatkan Keterampilan Teknis dan Non-Teknis Karyawannya

Pengembangan keterampilan teknis maupun non-teknis memang merupakan tanggung jawab karyawan. Namun, ada baiknya perusahaan memfasilitasi pengembangan dua kemampuan tersebut. Lagi pula, upaya perusahaan dalam mengembangkan kemampuan teknis maupun non-teknis karyawan juga memberikan keuntungan tersendiri pada masa depan.

Kamu bisa mengadakan program berikut dalam mengembangkan kemampuan yang mereka miliki.

1. Pelatihan

Pelatihan merupakan metode yang paling sering digunakan untuk mengembangkan keterampilan karyawan, baik yang teknis maupun non-teknis. Kamu bisa mengadakan berbagai jenis pelatihan, seperti tatap muka atau jarak jauh alias online. Pelatihan bisa melibatkan instruktur, atau mengajak karyawan untuk belajar melalui platform online, video e-learning, atau belajar bareng rekan kerjanya di forum.

2. Rotasi Kerja

Kedua, kamu juga bisa mengadakan rotasi kerja untuk melatih fleksibilitas dan kemampuan beradaptasi karyawan. Dengan rotasi, karyawan bisa diberikan tugas dan peran baru buat mengembangkan keterampilan tambahan. Karyawan juga bisa diberi kesempatan buat mempraktikkan keterampilan yang sudah ada lewat rotasi kerja. Rotasi kerja merupakan cara yang bagus supaya karyawan mengenal lebih dalam mengenai bidang-bidang yang berbeda di perusahaan.

3. Coaching

Coaching adalah cara lain buat mengembangkan karyawan. Program ini melibatkan karyawan senior buat membantu yang kurang berpengalaman. Dengan coaching, karyawan bisa lebih cepat memahami beragam tugas dan pekerjaan spesifik. Coaching bisa dilakukan baik untuk mengembangkan keterampilan teknis maupun non-teknis.

4. Mentoring

Selain coaching, ada juga mentoring yang melibatkan pemimpin atau manajemen senior buat membantu pengembangan keterampilan karyawan juniornya. Bedanya dengan coaching adalah metode ini lebih cocok untuk peran eksekutif atau kepemimpinan senior. Melalui mentoring, karyawan bisa belajar keterampilan tingkat lanjut, seperti leadership atau strategic management.

5. Lokakarya

Workshop bisa menjadi sarana bagi karyawan dalam membangun relasi dengan pihak luar sekaligus meningkatkan interaksi dengan rekan kerja dari berbagai divisi. Selain itu, workshop juga bisa memberikan wawasan baru dan keterampilan memecahkan masalah, baik untuk keterampilan teknis maupun non-teknis.

6. Konferensi

Menghadiri konferensi juga bisa jadi cara yang bagus buat mengembangkan keterampilan karyawan. Mereka bisa membangun dengan orang-orang dari berbagai industri dan mendapatkan pengetahuan yang luas mengenai bidang yang dipelajarinya. Namun,  pastikan kamu memilih topik konferensi yang relevan dan dibutuhkan oleh karyawan dalam perannya.

7. Simulasi

Simulasi adalah metode pengembangan karyawan yang efektif dan menyenangkan. Metode ini cocok buat mengasah keterampilan sosial karyawan. Mereka bisa berlatih dengan role-playing, misalnya peran sebagai Customer Service (CS) dan pelanggan. Proses ini membantu karyawan belajar menghadapi situasi-situasi yang kompleks dan mencari solusi terbaik.

8. On-the-job Training

Belajar sambil mempraktikkan pelajaran memang merupakan cara yang baik buat mengembangkan keterampilan karyawan. On-the-job training bertujuan memberikan kesempatan karyawan buat belajar bagaimana menerapkan metode tertentu dalam penyelesaian tugas.

Lebih Baik Merekrut Talent dengan Kemampuan Teknis yang Tinggi atau Talent yang Lolos Culture Fit?

Ketika berbicara soal merekrut karyawan atau talent, ada satu pertanyaan yang sering muncul, nih. Apakah lebih baik merekrut seseorang dengan kemampuan teknis yang tinggi atau talentanya cocok dengan budaya perusahaan? Yuk, kita cari jawabannya bareng-bareng!

Sebagai perekrut, tentu saja kamu paham bahwa budaya perusahaan itu penting banget. Budaya perusahaan bisa diibaratkan seperti lem perekat yang menyatukan sebuah organisasi. Nah, kalau karyawan tidak cocok sama budaya perusahaan, bisa-bisa perusahaan mengalami kerugian dari segi finansial. Bayangkan saja, mereka tidak betah dalam perusahaan sehingga memengaruhi kinerja yang diberikan. Alhasil, kompensasi tinggi yang diberikan kepada mereka pun serasa tidak ada artinya.

Jadi, tentu saja prioritas utama tetaplah culture fit atau kesesuaian budaya. Tetapi bukan berarti kita mengesampingkan keberagaman, ya. Justru hal itu perlu diperhatikan karena tidak semua orang punya kepribadian dan latar belakang yang sama. Keberagaman justru bisa jadi modal berharga buat perusahaan.

Namun, yang tetap perlu diperhatikan adalah pastikan nilai-nilai organisasi dan keterampilan karyawan bisa menyatu dengan tim dan perusahaan. Jangan sampai karyawan punya keterampilan teknis yang luar biasa, tetapi tidak cocok sama budaya perusahaan. Mereka bakal jadi pengganggu di dalam tim dan menyebabkan konflik yang tidak perlu.

Soal kemampuan teknis yang belum cukup, jangan khawatir. Kamu bisa mendampingi karyawan dalam mengembangkan technical skill-nya melalui rekomendasi program pengembangan skill yang telah disebutkan sebelumnya. Pastikan merek mempunyai keinginan belajar yang kuat supaya mereka bisa berkembang di perusahaan, ya!

Kesimpulannya, pilihlah karyawan yang sesuai dengan budaya perusahaan, tetapi juga memiliki keterampilan teknis dan non-teknis yang mumpuni. Dengan begitu, perusahaan akan punya karyawan yang berkinerja tinggi dan sekaligus cocok dengan nilai-nilai perusahaan.

Keterampilan teknis adalah salah satu pertimbangan dalam perekrutan karyawan. Namun, jangan abaikan juga pertimbangan lainnya, seperti kemampuan non-teknis dan yang paling penting adalah culture fit.

Oh, iya, kalau sedang membutuhkan bantuan dalam merekrut talenta terbaik, kamu bisa mengontak RecruitFirst. Kami adalah perusahaan outsourcing yang membantu kamu dalam mencari talent yang berkualitas untuk perusahaan, mulai dari perekrutan hingga orientasi. Hubungi kami sekarang dan mulailah berkonsultasi mengenai kebutuhan karyawan di perusahaan kamu bersama RecruitFirst!

Pertanyaan Umum tentang Keterampilan Teknis

Bagaimana cara menilai kemampuan teknis talenta?

Untuk menilai kemampuan teknis karyawan, kamu dapat menggunakan berbagai metode, seperti tes tertulis, tes wawancara, observasi, atau proyek atau tugas. Metode yang paling tepat untuk digunakan tergantung pada jenis keterampilan yang ingin kamu nilai dan tujuan penilaian tersebut.

Jika kamu ingin menilai keterampilan teknis dasar, tes tertulis atau tes wawancara mungkin sudah cukup. Namun, jika kamu ingin menilai keterampilan teknis yang lebih kompleks atau untuk tujuan promosi, observasi atau proyek atau tugas mungkin lebih tepat.

Untuk menilai kemampuan teknis karyawan secara efektif, penting untuk memiliki standar yang jelas tentang apa yang kamu harapkan dari mereka. Kamu juga dapat menggunakan metode yang beragam untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap tentang kemampuan karyawan. Selain itu, berikan umpan balik yang konstruktif kepada karyawan untuk membantu mereka meningkatkan kemampuan teknis mereka.

Author

Debby Lim

As the practice leader of RecruitFirst Indonesia, Debby brings to the table over 13 years of industry experience.