4 Jenis-Jenis Budaya Kerja yang Bisa Kamu Terapkan di Perusahaan

Recruit First
Pengembangan Organisasi
28 Dec 2023
4 Jenis-Jenis Budaya Kerja yang Bisa Kamu Terapkan di Perusahaan

Seperti apa budaya kerja yang ingin diadopsi di perusahaanmu? Apakah budaya pasar yang berorientasi pada konsumen, budaya hierarki yang lazim diterapkan di perusahaan besar, budaya adhocracy yang berkembang di startup, atau budaya klan yang merangkul semua talenta? Jenis-jenis budaya kerja tersebut sering diterapkan dalam perusahaan di Indonesia.

Namun, jangan langsung memutuskan jenis budaya kerja yang ingin diterapkan di perusahaan tanpa mengenali karakteristik budaya tersebut. Selain itu, kamu juga perlu melakukan beberapa langkah praktis dalam menerapkan budaya kerja di perusahaan agar bisa dihidupi dengan nyata oleh anggota tim kamu.

4 Jenis Budaya Kerja yang Bisa Diterapkan di Perusahaan

Jadi, apa saja jenis-jenis budaya kerja yang biasa diterapkan di perusahaan? Lihat penjelasan di bawah ini.

1. Budaya Pasar (Market Culture)

Dalam budaya pasar, perusahaan fokus terhadap pasar dan ingin memenangkan persaingan. Setiap talenta diarahkan untuk fokus mencapai target penjualan dan mencari cara untuk menambah pangsa pasar.

Budaya ini menghargai inovasi, kecepatan, dan fleksibilitas sehingga timnya mempunyai kebebasan dalam mengambil inisiatif. Mereka juga harus menghadapi tantangan dengan kreativitas. Kerja sama juga menjadi kunci penting dalam budaya pasar. Talenta saling melakukan brainstorming ide dan berbagi pengetahuan untuk mencapai keunggulan kompetitif.

2. Budaya Hierarki (Hierarchy Culture)

Nah, yang kedua ada budaya hierarki. Budaya kerja ini didasarkan pada struktur hierarki dan keputusan yang diambil dari pimpinan. Perusahaan mempunyai aturan dan prosedur yang jelas, serta pemimpin yang kuat dan berwenang. Jadi, timnya bekerja dalam framework yang terstruktur dan mengerjakan tugas dan wewenang yang sudah ditentukan.

Baca Juga: Struktur Organisasi Perusahaan: Pengertian, Fungsi, dan Jenisnya

Budaya hierarki menomorsatukan otoritas dalam perusahaan. Keputusan biasanya diambil oleh manajemen tingkat atas dan diteruskan kepada bawahannya. Komunikasinya bersifat formal tetapi berjalan dengan efisien banget. Selain itu, disiplin dan tepat waktu juga menjadi nilai penting dalam budaya kerja ini.

3. Budaya Adhokrasi (Adhocracy Culture)

Inilah jenis budaya kerja yang fokus kepada inovasi, fleksibilitas, dan semangat kewirausahaan. Dalam budaya ini, perusahaan mengajak talentanya untuk berpikir kreatif, mengambil risiko, dan mencoba ide-ide baru. Tidak ada batasan atau prosedur yang kaku karena anggota tim memiliki kebebasan buat mencari solusi terbaik dan menciptakan nilai tambah di dalam perusahaan.

Dalam budaya adhocracy, kerja sama dan komunikasi terbuka sangatlah penting. Bukan hanya talenta, perusahaan juga harus bersikap terbuka terhadap perubahan dan adaptasi. Tempat kerja menjadi ruang bagi talenta dalam berekspresi dan mengembangkan ide baru dengan bebas.

Baca Juga: Apa itu Agile Leadership dan Penerapannya dalam Perusahaan

4. Budaya Klan (Clan Culture)

Terakhir, ada budaya klan yang mengutamakan kerja sama, kebersamaan, dan hubungan yang kuat di antara talenta. Perusahaan menganggap seluruh talenta sebagai bagian dari keluarga, ditandai dengan hubungan tim yang akrab dan saling memberikan dukungan satu sama lain.

Dalam budaya klan, nilai-nilai seperti kepercayaan, saling menghargai, dan pengembangan diri menjadi prioritas utama. Perusahaan menciptakan lingkungan yang ramah dan suportif bagi talenta. Komunikasi yang terjadi juga lebih santai sehingga setiap anggota tim memiliki hubungan yang dekat. Untuk pengambilan keputusannya, dilakukan dengan metode partisipatif dan berdasarkan kesepakatan bersama.

Hal yang Harus Diperhatikan dalam Membangun Budaya Kerja

Selain mengetahui jenis-jenis budaya kerja, ada enam tips yang penting buat membangun budaya kerja yang positif di perusahaanmu, nih.

1. Buat Talenta Merasa Dihargai

Inilah tips yang tidak boleh diabaikan. Talenta di perusahaan ingin merasa dihargai. Jangan lupa memberikan pengakuan dan apresiasi atas kontribusinya yang luar biasa untuk perusahaanmu. Ciptakan lingkungan yang inklusif, di mana setiap orang merasa didengerin dan dihormati. Jadi, jangan ragu untuk menunjukkan perhatian dan dukungan buat talenta, ya!

Baca Juga: 10 Langkah Membangun Komunikasi yang Baik di Tempat Kerja

2. Jadilah Pemimpin yang Suportif

Nah, tips yang kedua perlu diperhatikan oleh pemimpin perusahaan. Jadilah pemimpin yang mendukung talenta untuk berkembang. Berikan feedback yang membangun dan dorong mereka agar terus meningkatkan kemampuannya. Kamu harus menjadi pendukung setia untuk anggota timmu. Dengan dukunganmu, talenta muda bisa tumbuh dan berkembang dengan maksimal. Dalam tim yang solid, potensi tiap individu bisa keluar dan memberikan hasil yang luar biasa!

3. Hidupi Nilai Dasar dalam Perusahaan

Pastikan nilai inti perusahaan benar-benar dihayati dan menjadi cerminan dalam semua aspek budaya kerja. Perkuat nilai seperti integritas, inovasi, atau keberagaman dengan selalu mengomunikasikan dan menerapkannya dalam kegiatan sehari-hari. Tunjukkan betapa pentingnya nilai-nilai ini dalam setiap keputusan dan interaksi di perusahaan. Dengan begitu, budaya kerja yang positif bakal terbangun dengan sendirinya.

Baca Juga: Value Perusahaan: Manfaat & Cara Membentuknya

4. Hindari Menjadi Pemimpin yang Toxic

Ada satu hal yang perlu dihindarin dalam membangun budaya kerja positif, yaitu menjadi pemimpin yang toxic. Jauhkan sikap yang merugikan talenta seperti intimidasi, mengendalikan secara berlebihan, atau ketidakadilan. Lingkungan kerja yang aman dan suportif diperlukan biar talenta bisa berkembang dengan optimal. Jadi, ciptakanlah suasana kerja yang nyaman dan saling mendukung dengan menjadi seorang pemimpin yang menginspirasi dan menciptakan hubungan yang positif bersama talentamu.

5. Hindari Perilaku yang Kurang Etis

Tips selanjutnya adalah menerapkan etika kerja yang baik. Doronglah perilaku yang etis di perusahaan dan jauhkanlah segala bentuk perilaku yang tidak etis, seperti diskriminasi atau korupsi. Pertahankan keadilan dan integritas dalam setiap tindakan dan keputusan yang diambil. Dari tips ini, kamu bisa membangun budaya kerja yang profesional dan menginspirasi bagi talenta muda di perusahaanmu.

6. Adakan Program Pelatihan dan Pengembangan

Nah, tips terakhir yang tidak kalah pentingnya adalah mengadakan program pelatihan dan pengembangan. Kamu bisa menyediakan metode pelatihan seperti workshop atau mentoring untuk membantu talenta dalam meningkatkan keterampilan serta kontribusinya di perusahaan. Program ini akan membantu talenta untuk terus berkembang dan makin berdaya dalam menghadapi tantangan di dunia kerja yang terus berkembang.

Baca Juga: 15 Metode Pengembangan SDM yang Efektif bagi Perusahaan

Di antara jenis-jenis budaya kerja yang telah disebutkan di artikel ini, manakah yang ingin kamu terapkan? Apa pun jenis budaya kerja yang ingin dipilih, pastikan kamu bisa menerapkannya dengan baik dan mengikuti enam tips di atas. Baca juga artikel Apa Itu People Development dan Fungsinya untuk Perusahaan yang diterbitkan oleh RecruitFirst biar kamu bisa mengetahui cara untuk mengembangkan SDM di perusahaanmu!

Itulah dia penjelasan tentang jenis jenis budaya kerja yang bisa kamu jadikan panduan. Budaya kerja bukanlah sekedar formalitas bagi perusahaan; budaya kerja akan menjadi blueprint tentang bagaimana perusahaan akan beroperasi dan menentukan jenis talent seperti apa yang tepat untuk sebuah perusahaan.

Untuk menemukan talenta yang sesuai dengan budaya kerja perusahaan, gunakan jasa outsourcing dari RecruitFirst. Dengan layanan talent acquisition yang lengkap, perusahaanmu dapat menemukan talenta yang tepat. Hubungi kami segera!

Pertanyaan Umum tentang Jenis Jenis Budaya Kerja

Mengapa penting bagi perusahaan untuk memiliki budaya kerja?

Penting bagi perusahaan untuk memiliki budaya kerja karena dapat memberikan berbagai manfaat, antara lain:

  • Meningkatkan produktivitas. Budaya kerja yang positif dapat meningkatkan motivasi dan produktivitas karyawan. Karyawan yang merasa nyaman dan termotivasi dalam bekerja akan lebih produktif dalam menghasilkan output yang berkualitas.
  • Meningkatkan kepuasan karyawan. Budaya kerja yang positif dapat meningkatkan kepuasan karyawan. Karyawan yang merasa puas dengan pekerjaannya akan lebih loyal dan berdedikasi kepada perusahaan.
  • Meningkatkan daya tarik perusahaan. Budaya kerja yang positif dapat meningkatkan daya tarik perusahaan bagi calon karyawan. Calon karyawan akan lebih tertarik untuk bekerja di perusahaan yang memiliki budaya kerja yang positif.
  • Meningkatkan kinerja perusahaan. Budaya kerja yang positif dapat meningkatkan kinerja perusahaan secara keseluruhan. Karyawan yang termotivasi, puas, dan loyal akan lebih berkontribusi terhadap pencapaian tujuan perusahaan.

Bagaimana cara memilih jenis budaya kerja yang tepat untuk perusahaan?

Dalam memilih jenis budaya kerja yang tepat untuk perusahaan, ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan, antara lain:

  • Tujuan dan sasaran perusahaan. Budaya kerja harus selaras dengan tujuan dan sasaran perusahaan. Misalnya, jika perusahaan ingin menjadi pemimpin di industrinya, maka budaya kerja yang mengutamakan inovasi dan kreativitas akan lebih sesuai.
  • Jenis industri. Budaya kerja juga dapat dipengaruhi oleh jenis industri perusahaan. Misalnya, perusahaan yang bergerak di bidang jasa umumnya memiliki budaya kerja yang lebih informal dibandingkan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur.
  • Karakteristik karyawan. Budaya kerja juga harus sesuai dengan karakteristik karyawan. Misalnya, jika karyawan memiliki latar belakang yang beragam, maka budaya kerja yang inklusif akan lebih sesuai.

Author

Debby Lim

As the practice leader of RecruitFirst Indonesia, Debby brings to the table over 13 years of industry experience.