Pahami Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kompensasi Karyawan

Pengembangan Organisasi
24 Aug 2023

Ada banyak faktor yang memengaruhi kompensasi, seperti gaji dan tunjangan, yang didapatkan oleh karyawan. Gaji dan tunjangan memang merupakan salah satu kewajiban yang perlu diberikan oleh perusahaan serta hak yang harus didapatkan oleh setiap karyawan. Pemberian kompensasi dapat memengaruhi motivasi dan produktivitas kerja dari seorang karyawan.

Melalui artikel ini, kamu akan mempelajari apa saja faktor yang memengaruhi pemberian kompensasi kepada karyawan. Namun sebelum itu, kamu perlu mengetahui apa tujuan diberikannya kompensasi terlebih dahulu. Mari simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Apa Tujuan dari Pemberian Kompensasi pada Karyawan?

Tujuan utama dari pemberian kompensasi pada karyawan adalah untuk memberikan imbalan atas jasa dan kontribusi yang diberikan oleh karyawan kepada perusahaan. Kompensasi juga bertujuan untuk menarik dan mempertahankan karyawan yang berkualitas serta meningkatkan loyalitas karyawan terhadap perusahaan. 

Secara umum, terdapat dua jenis kompensasi yang dapat diberikan kepada karyawan, yaitu kompensasi finansial dan kompensasi non-finansial. Kompensasi finansial meliputi gaji, bonus, hingga insentif, sedangkan kompensasi non-finansial meliputi fasilitas kerja, pelatihan dan pengembangan, serta perjalanan dinas.

Kompensasi finansial dan non-finansial harus diberikan secara adil dan sesuai dengan kontribusi yang diberikan oleh setiap karyawan. Pemberian kompensasi yang tidak adil dapat menurunkan motivasi dan produktivitas karyawan. Bahkan, karyawan yang merasa mendapatkan kompensasi yang kurang memiliki kemungkinan besar untuk mengundurkan diri dari perusahaan. Jika kamu tertarik dengan faktor-faktor lainnya yang memengaruhi kinerja karyawan, kamu bisa membaca artikel berikut ini: 8 Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan

Kompensasi memang merupakan salah satu faktor utama yang memengaruhi motivasi dan produktivitas karyawan dalam bekerja. Karyawan yang mendapatkan kompensasi yang sesuai, baik dari segi penilaian kinerja dan ekspektasinya, akan merasa lebih puas terhadap pekerjaannya. Dengan begitu, mereka akan lebih termotivasi dan produktif dalam melaksanakan pekerjaannya.

Faktor Apa yang Memengaruhi Kompensasi Karyawan?

Kompensasi yang didapatkan oleh setiap karyawan akan dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, baik itu subjektif maupun objektif. Berikut ini adalah beberapa faktor yang memengaruhi kompensasi karyawan.

1. Kualifikasi dan Pengalaman Kerja

Kualifikasi dan pengalaman kerja yang lebih dimiliki oleh setiap karyawan merupakan salah satu faktor terbesar dalam perumusan kompensasi. Biasanya, karyawan dengan kualifikasi dan pengalaman kerja yang lebih baik akan dihargai lebih tinggi oleh perusahaan, sehingga mereka akan menerima kompensasi yang lebih tinggi.

Kualifikasi karyawan dapat ditunjukkan melalui portofolio, sertifikasi, hingga latar belakang pendidikannya. Sementara itu, pengalaman kerja hanya akan bisa didapatkan seiring dengan berjalannya waktu. Jadi, sebagai orang yang baru mencari pekerjaan, kamu perlu meningkatkan kualifikasi diri agar bisa mendapatkan kompensasi yang lebih tinggi.

2. Posisi

Setiap posisi yang ada di dalam perusahaan biasanya akan memiliki paket kompensasi yang berbeda-beda. Sebagai contoh, biasanya karyawan dengan posisi sales akan mendapatkan paket kompensasi dengan isi: gaji pokok, tunjangan, dan bonus atau komisi. Sementara itu, karyawan dengan posisi copywriter akan mendapatkan paket kompensasi dengan isi: gaji pokok, tunjangan, dan insentif (jika mencapai target).

3. Industri dan Sektor

Kompensasi karyawan juga dapat dipengaruhi oleh industri dan sektor di mana perusahaan tersebut beroperasi. Industri atau sektor yang membutuhkan tenaga kerja yang terampil atau yang memiliki tingkat persaingan yang tinggi biasanya akan memberikan kompensasi yang lebih tinggi pula.

4. Tingkat Inflasi

Tingkat inflasi merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi perumusan kompensasi karyawan. Ketika tingkat inflasi sedang naik, perusahaan mungkin akan memberikan kenaikan gaji atau tunjangan untuk menyesuaikan dengan tingkat harga yang sedang naik di negara atau daerah tersebut.

5. Tingkat Pengangguran

Walaupun masih banyak yang belum menyadarinya, tetapi tingkat pengangguran juga dapat memengaruhi perumusan kompensasi karyawan. Jika tingkat pengangguran di suatu negara atau daerah sedang tinggi, perusahaan mungkin akan lebih terbuka untuk memberikan kompensasi yang lebih tinggi untuk menarik dan mempertahankan tenaga kerja yang terampil.

6. Kebijakan Perusahaan

Kebijakan perusahaan terkait kompensasi akan sangat memengaruhi jumlah kompensasi yang diterima karyawan. Perusahaan yang memiliki kebijakan kompensasi yang lebih baik akan lebih cenderung memberikan kompensasi yang lebih tinggi kepada karyawannya. Sebagai contoh, ada sebuah perusahaan yang menerapkan program insentif bagi setiap karyawan yang mencapai targetnya.

7. Biaya Hidup

Biaya untuk hidup di satu daerah satu dengan lainnya tentu berbeda. Oleh karena itu, biaya hidup adalah hal yang harus perusahaan jadikan pertimbangan saat menentukan besarnya kompensasi yang akan karyawan terima.

Misalnya, karyawan yang tinggal di daerah dengan transportasi publik yang memadai mungkin akan tidak memerlukan biaya transportasi sebesar karyawan di mana transportasi publik masih jarang ditemui.

8. Tingkat Produktivitas atau Prestasi Kerja

Skema pemberian insentif berdasarkan produktivitas merupakan salah satu skema paling umum yang perusahaan dapat terapkan. Simpelnya, semakin tinggi produktivitas karyawan maka karyawan tersebut akan menerima kompensasi yang lebih besar.

Setelah mengetahui faktor yang memengaruhi kompensasi karyawan, pastikan kamu memberikan setiap karyawan kompensasi yang sesuai ya agar motivasi dan produktivitas kerja mereka terus meningkat. Untuk membantu melacak kinerja karyawan agar dapat memberikan kompensasi yang sesuai, perusahaan dapat menggunakan berbagai solusi digital dari RecruitFirst. Rasakan kemudahan melacak kinerja karyawan bersama RecruitFirst sekarang juga!

Author

Debby Lim

As the practice leader of RecruitFirst Indonesia, Debby brings to the table over 13 years of industry experience.